Beranda » Biografi » SYAIKH ABDUL QADIR AL-JILANI

SYAIKH ABDUL QADIR AL-JILANI


Biografi Syaikh Abdul Qadir Jailani

BIOGRAFI RINGKAS SYAIKH ABDUL QADIR AL-JILANI

[471 - 561 H / 1078 - 1166 M]

  • NAMA

Abdul Qadir bin Abi Shalih, Abu Muhammad, Muhyiddin.

  • GELAR

Beliau disebut sebagai seorang Imam atau Syaikhul Islam

  • MADZHAB FIKIH

Madzhab beliau dalam fikih adalah madzhab Hambali (nisbat kepada Imam Ahmad bin Hambal yang wafat th. 241 H)

  • TENTANG SEBUTAN AL-JILANI

Sebutan tersebut merupakan penyandaran (nisbat) kepada nama sebuah wilayah tempat kelahiran beliau yaitu wilayah Jilan yang saat ini berada di negara Iran, tepatnya sebelah selatan laut Qazwin (yang saat ini disebut laut Kaspia) dan sebelah Barat Thibaristan (nisbat kepadanya: Ath-Thabari) di wilayah Jilan ini ada sebuah daerah pegunungan yang dikenal dengan Ad-Dailam (nisbat kepadanya: Ad-Dailami).[1]

  • GURU-GURU BELIAU

Selama kurang lebih 32 tahun beliau habiskan untuk menuntut ilmu dari berbagai negeri Islam dan dari ratusan orang ulama, diantaranya adalah:

  1. Abul Khaththab Al-Kalwadzani, seorang pembesar ulama madzhab Hambali, pengarang kitab At-Tahmid dalam ilmu Ushuul Fiqh (432 H – 510 H / 1041 M – 1116 M)
  2. Abu Sa’id Al-Mukharrimi (w. 511 H), seorang ulama madzhab Hambali, dan murid dari ulama besar madzhab Hambali yang bernama Al-Qadhi Abu Ya’la (380-458 H / 990-1066 M), ia -Abu Sa’id- adalah pendiri madrasah di Babul Azaj, yang kemudian diserahkan kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.
  3. Ja’far bin Ahmad Al-Baghdadi As-Sarraj (417-500 H / 1027-1106 M), seorang Imam pakar ilmu hadits yang banyak memiliki karya tulis, dan masih banyak lagi yang lainnya.
  • MURID-MURID BELIAU

Para ahli sejarah telah menyebutkan banyak sekali dari para ulama yang belajar kepada SYaikh Abdul Qadir Al-Jilani, di antara mereka yaitu:

1. Ibnu Qudamah Al-Maqdisi: Taqiyuddin, Abu Muhammad, Abdul Ghani bin Abdil Wahid (541-600 H / 1146-1203 M), pengarang kitab Umdatul Ahkam, Al-Kamal Fii Asmaa-ir Rijal, dan lain-lain.

  • 2. Ibnu Qudmah Al-Maqdisi: Muwaffaquddin Abu Muhammad, Abdullah bin Muhammad (541-620 H / 1146-1223 M), ia adalah pamannya Taqiyuddin Al-Maqdisi (yang sebelum ini).

Keduanya (yaitu: Ibnu Qudamah; Taqiyuddin dan Ibnu Qudamah; Muwaffaquddin) pergi bersama ke Baghdad untuk menuntut ilmu pada tahun 561 H, maka mereka langsung menemui Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, mereka dapat bertemu dengan beliau selama 50 hari, sampai kemudian Syaikh Abdul Qadir wafat, setelah itu mereka pindah berguru kepada Al-Hafizh Ibnul Jauzi (510-597 H / 1114-1201 M). Ibnu Qudamah; Muwaffaquddin ini terkenal dengan banyak karangannya, di antaranya ialah: Al-Mughni, Al-Muqni, Raudhathun Nazhir, Lum’atul I’tiqaad, dan lain-lain.

3. Putranya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani sendiri yang bernama Abdurrazzaq (528-603 H), ia terkenal sebagai seorang yang mengikuti madzhab salaf.

4. Putranya yang lain yang bernama: Abdul Wahhab (522-593 H), seorang ulama pakar fikih, ia mengajar menggantikan ayahnya di madrasah Babul Azaj dan Madrasah Ibnul Jauzi atau madrasah Al-Jauziyyah.

  • KARYA TULIS BELIAU

Ada banyak kitab yang disandarkan kepada beliau, padahal bukan dari karya tulis beliau, di antaranya adalah: Al-Aurad Al-Qadiriyyah (wirid-wirid tarekat Qadiriyyah), As-Safinah Al-Qadiriyyah, dan lain-lain. Itulah di antara beberapa kitab yang disandarkan kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang hakikatnya bukan karya tulis beliau. Akan tetapi ada sebuah kitab yang sangat terkenal sekali sebagai karya tulis beliau yaitu kitab yang berjudul Al-Ghunyah Li-Thalibil Haqqi, kitab ini beliau tulis atas desakan murid-muridnya dan kitab ini merupakan kitab fikih, aqidah dan adab. ada juga kitab Futuuhu Ghaib dan juga kitab Al-Fathur Rabbani Wal Faidhur Rahmani, dan yang lainnya.

  • PUJIAN ULAMA TERHADAP BELIAU

Imam Ibnu Qudamah berkata:

“Syaikh Abdul Qadir termasuk pemimpin ulama di Baghdad dalam hal ilmu dan amal… bila seorang hendak menuntut ilmu agama maka cukup baginya untuk belajar dari beliau saja, sebab beliau adalah seorang pakar ilmu-ilmu Islam dan juga seorang yang memiliki kesabaran yang tinggi terhadap mereka yang menuntut ilmu di majelisnya. [2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

“Syaikh Abdul Qadir dan yang semisalnya termasuk para ulama yang diagungkan pada zamannya, dan beliau juga termasuk seorang yang paling tegas di dalam memerintahkan kaum muslimin untuk berpegang teguh kepada ajaran Agama (Al-Qur’an dan As-Sunnah).”[3][4]

_____________________

  1. 1. Lihat: Mu’jamul Buldan (2/43) dan Al-Munjid Fil A’lam (hlm. 209). Kaum muslimin sering menyebutnya dengan sebutan “Al-Jaelani” atau “Al-Jailani” maka sebutan ini sebenarnya keliru sebab yang benar adalah Al-Jilani hal itu disebabkan bahwa nama tempat kelahiran beliau adalah wilayah Jilan. Wallahu a’lam.
  2. 2. Lihat Dzail Thabaqatil Hanabilah (1/293-294)
  3. 3. Majmuu Fatawa (10/488)
  4. 4. Referensi Biografi Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani: Al-Muntazham (10/219), Ibnul Jauzi. Dzail Thabaqatil Hanabilah (1/290) Ibnu Rajab Al-Hambali, Siyar A’lamin Nubala (20/439-451) Adz-Dzahabi, Fawatul Wafayat (2/373-374) Ibnu Syakir Al-Kutubi, Al-Bidayah Wan Nihayah (12/252), Ibnu Katsir, Sadzratudz Dzahab (4/198-202) Ibnul ‘Imad Al-Hambali, dinukil dari Wasiat Emas Syakh Abdul Qadir Jaelani (hlm.25-29) Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa. Makabah Mu’awiyyah bin Abi Sufyan.
About these ads

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.710 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: