khazanah Ilmu Blog

Beranda » Kajian: Syirik » Cinta Yang Paling Terlarang

Cinta Yang Paling Terlarang


Di antara jenis perasaan cinta yang paling terlarang dan yang paling berat dosanya ialah mencintai sesuatu selain Allah sama dengan atau bahkan melebihi cintanya kepada Allah.

Sebagaimana dalam Firman Allah :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ‪‬

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS. Al-Baqarah:165)

Dan ketahuilah bahwa mencintai suatu barang (uang, rumah mewah atau semisalnya) dan juga mencintai seseorang baik ia orang tua, anak, atau kekasih (pasangan hidup) dengan rasa cinta yang berlebihan sehingga rasa cintanya itu setara dengan kecintaannyaa kepada Allah maka secara tidak sadar ia telah menyekutukan Allah dengan orang yang dicintainya atau benda yang dicintainya.

Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala:

قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ‪‬

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan-Nya”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah: 24)

Dengan demikian sebagai seorang muslim wajiblah waspada terhadap perkara cinta ini dikarenakan sekarang ini cukup marak orang-orang yang tergila-gila (baca: mencintai) idolanya secara berlebihan bahkan rela tunduk dan patuh demi sang idolanya itu, dan tak ayal mereka pun memajang photo-photo idolanya, rela terhinakan demi bertemu sang idola meskipun sang idolanya itu seorang pelaku zina namun karena rasa cintanya (baca: ngefans) telah melampaui batas maka secara tidak sadar dia telah menyetarakan hak Allah dengan idola yang ia cintainya, Waliya’udzubillah.

Kondisi Cinta seperti itu adalah termasuk perkara syirik dalam Mahabbah (cinta) dan kesyirikan ini membatalkan keislamannya serta pelakunya diancam kekal di neraka jikalau ia meninggal dalam keadaan berbuat syirik dan tidak sempat bertaubat sewaktu di dunia. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisaa’: 116)

Dan juga sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ‪‬‪‬‪‬‪‬  : سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ‪‬‪‬‪‬‪‬  ‫‬‫‬‫‬‫‬؟‪‬‪‬‪‬‪‬ ‫‬‫‬‫‬‫‬ قَالَ : ” أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ … ” (رواه البخاري و مسلم )  ‪‬

Dari Abdullah ia berkata : aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,  dosa apakah yang lebih besar disisi Allah ? Beliau menjawab : “ Engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dia-lah yang menciptakanmu…” [HR. Bukhari dan Muslim]


2 Komentar

  1. Abdurrahman mengatakan:

    Jazaakallah khair
    Syukron akhi udah ngingetin, cinta ini emang sering gak disadari bisa jatuh ke syirik

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: