khazanah Ilmu Blog

Beranda » Kajian: Fiqih » Definisi Aqiqah (العقيقة)

Definisi Aqiqah (العقيقة)


Aqiqah

Aqiqah Menurut Istilah Syara` 
Adalah dzabiihah (hewan yang disembelih berupa kambing, domba, sapi atau unta) atas kelahiran bayi, disembelih pada hari ketujuh sebagai tanda syukur kepada Allah Ta`ala atas nikmat dilahirkannya anak baik anak laki-laki maupun perempuan. [Al-Mughni IX/458, Subulus Salam IV/179, Ahkaamul ‘Aqiiqah karya Dr. Hisamuddin bin Musa ‘Afanah]

2. Pensyariatan Aqiqah 
Sebelum Islam ‘Aqiqah telah dikenal, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkannya dengan menghilangkan beberapa kebiasaan buruk.

Dari Abdullah bin Buraidah ia berkata, Aku mendengar Abu Buraidah berkata:
“Di zaman Jahiliyah jika lahir anak bagi salah seorang dari kami, maka kami menyembelih seekor kambing dan melumuri kepala bayi dengan darah kambing tersebut. Tatkala Allah mendatangkan Syari`at Islam maka kami menyembelih seekor kambing, mencukur rambut bayi dan melumuri kepalanya dengan za`faran.” [Shahih Sunan Abi Dawud 6/343 no.2843, Imam Al-Albani berkata: “Hasan Shahih”]

Aqiqah disyari`atkan atas ucapan dan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya:

1. Hadits Salman bin ‘Amir Adh-Dhabbiy, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Beserta kelahiran seorang anak maka tumpahkanlah darah untuk anak itu (disyariatkannya Aqiqah) dan hilangkanlah yang mengganggunya (cukurlah rambutnya).” [HR. Al-Bukhari, kitab Aqiiqah bab Imaathatul Adzaa ‘Anish Shabiyyi fil Aqiiqah]

2. Hadits Samurah bin Jundab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqah, disembelihkan hewan aqiqah pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama pada hari itu.”[Shahih Sunan Abi Dawud VI/338 no.2838]

3. Hadits Ummu Kurz Al-Ka`biyyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Anak laki-laki ‘Aqiqahnya dua ekor kambing yang setara, sedang anak perempuan satu ekor kambing” [Shahih Sunan Abi Dawud VI/334 no.2834]

4. Hadits Ummu Kurz Al-Ka`biyyah dalam riwayat lain:
“Untuk Anak laki-laki ‘Aqiqahnya dua ekor kambing, sedang anak perempuan satu ekor kambing. Tidak mengapa, apakah kambing-kambing itu jantan atau betina” [Shahih Sunan At-Tirmidzi IV/16 no.1516]

5. Hadits Ummu Yazid bin ‘Abdillah Al-Muzani (dari ayahnya) ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Disembelih aqiqah untuk anak laki-laki dan kepalanya tidak dilumuri dengan darah” [Shahih Sunan Ibni Majah VII/166 no.3166]

6. Hadits ‘Amr bin Syu`aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menamai bayi pada hari ketujuh setelah dilahirkan, mencukur rambutnya dan menyembelihkan aqiqah untuknya.”[Shahih Sunan At-Tirmidzi VI/332 no.2832]

[Diringkas dari buku Panduan Praktis Aqiqah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah hlm.5-9, Pustaka Ibnu Umar]


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: