khazanah Ilmu Blog

Beranda » Kajian: Bid'ah » ILMU USHUL BID’AH (Bab. 1, Fasal. 1)

ILMU USHUL BID’AH (Bab. 1, Fasal. 1)


ilmu ushul bida

FASAL 1 – MAKNA BID’AH

 

Imam ath-Thurthusyi dalam al-hawadits wal bida’u [1] berkata:

asal dari kata ini adalah al-ikhtira [2] yakni sesuatu yang terjadi tanpa adanya asal sebelumnya, tidak pula contoh yang dilakukan sebelumnya.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

Allah adalah pencipta langit dan bumi. (al-Baqarah: 117)

dan juga firman-Nya:

قُلْ مَا كُنتُ بِدْعاً مِّنْ الرُّسُلِ

Katakanlah, aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul. (al-Ahqaf: 9) atau, aku bukanlah rasul pertama untuk penduduk bumi ini. Dan maksud ini [3] juga mencakup sebutan untuk segala yang diada-adakan oleh hati, lisan dan anggota badan.

Dan makna seperti ini pun dinukil oleh Imam Abu Syamah al-Maqdisi di kitabnya {al-Baa’itsu ‘ala inkari al-Bida’i wal Hawaaditsi, hlm.20}, lalu ia berkata:

Sering kali Lafazh bid’ah berkonotasi untuk hal-hal yang makruh dalam agama, sama halnya dengan kata mubtadi’. Hampir semua penggunannya berkonotasi kepada hal-hal yang makruh.

Adapun dalam asal-usul pengambilannya, kata bid’ah ini seringkali digunakan pada hal-hal yang mengandung pujian dan celaan maksud. Sebab, sebuah maksud merupakan sesuatu yang baru yang tidak memiliki kesamaan sebelumnya. maka dari itu, dalam mengungkapkan sesuatu yang indah sering menggunakan ungkapan:

“Tidaklah ia melainkan sesuatu yang bid’ah (indah).”

Dan Berkata al-Jauhary dalam kitabnya shihaahu lughah [4]: al-Badii’u, al-Mubtada’ dan bid’ah mengandung arti sesuatu yang baru dalam perkara agama setelah sempurna (agama ini,-pen) 

Maka dengan demikian Bid’ah adalah [5] suatu thariqah (tata-cara) dalam agama yang dibuat-buat dan menyerupai syari’at dengan maksud untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah.

Maka pandangan Imam Asy-Syaithibi di dalam kitabnya (al-I’tisham 1/37):

hal tersebut adalah definisi (bid’ah) yang paling sempurna.
kemudian saya ringkas keterangan al-Jauhary rahimahullah dengan rinci menerangkan definisi tersebut, berkata rahimahullah:

1. Thariqatun fiddien (tata cara dalam agama)

at-thariqatu, wat thariqu, wassabiilu, wassunan, memiliki satu arti yaitu sesuatu yang digambarkan untuk berjalan diatasnya.

dikaitkannya thariqah (tata-cara) tersebut dengan agama karena kepada agama ini ia (bid’ah, red) dibuat dan kepada agama ini disandarkan oleh pelakunya.

2. Mukhtara’atun (yang diada-adakan)

Karena ath-thariqah (tata-cara) dalam agama terbagi menjadi; yang mempunyai landasan dalam syariat, dan yang tidak memiliki landasan dalam syariat (muhdats/yang diada-adakan), yang dimaksudkan dengan definisi ini yaitu bagian yang diada-adakan.

Atau: sebuah tata cara baru yang tidak memiliki contoh dari pembuat syari’at [6] maka dari itu bid’ah spesifikasinya adalah mengenai hal-hal yang keluar dari penjelasan syari’at.

3. Tudhaahisy Syar’iyyata (menyerupai syari’at)

Yakni: menyamai tata cara yang diatur oleh syariat, padahal hakikatnya tidak begitu, bahkan bertentangan dengan syariat bila dilihat dari berbagai sisi, antara lain adanya ketentuan tata cara dan bentuk-bentuk tertentu tanpa izin syara’ (Allah & Rasul-Nya). dan adanya ketentuan-ketentuan ibadah tertentu yang tidak ditemukan dalam syari’at.

4. Yuqshadu bissuluuki ‘alaiha mubaalaghatu fii ta’abudillahi ta’ala (dengan maksud berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah), Inilah kesempurnaan makna dari Bid’ah dan inilah maksud diadakannya sebuah bid’ah.

Maka dari itu memasuki daerah bid’ah akan mendorong orang untuk beribadah kepada Allah, karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan seluruh jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku {Adz-Dzariat: 56} 

Maka Seorang pelaku bid’ah akan mengira bahwa makna ibadah dalam ayat ini dan tanpa mencari tahu bahwa Syara’ (agama) telah menetapkan aturan-aturan tertentu yang mencukupi. maka para pelaku bid’ah itu pun melampaui batas dan melakukan tambahan-tambahan, mengulangi dan terus mengulanginya.

saya (syaikh Ali al-halabi al-atsary) berkata:

Pengertian lain yang dimaksud dengan bid’ah adalah perkara-perkara baru yang bertentangan dengan kebenaran dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, baik berupa ilmu, amal, atau hal (kondisi) dengan adanya penyerupaan atau asumsi baik serta dijadikan sebagai agama yang tegak dan jalan yang lurus [7]

Berkata Al-Fairuz Abadi dalam kitab Bashaairu Dzawi at-Tamyiizi (2/231):

Bid’ah: adalah perkara-perkara baru dalam agama setelah agama ini sempurna.

dan dikatakan pula: Bid’ah adalah perkara-perkara yang baru setelah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, baik berupa perkataan atau perbuatan. dan bentuk jamaknya bida’.

dan dikatakan pula bid’ah: adalah suatu perkataan atau perbuatan yang pelakunya tidak mengikuti Allah dan Rasul-Nya dan juga tidak mengikuti contoh-contoh terdahulu dan landasan-landasan yang terpelihara.

Pendapat serupa juga terdapat di dalam al-Qamuus hal.906

Dengan berbagai penetapan di atas, anda dapat mengetahui kekeliruan orang-orang yang mendefinisikan bid’ah sebagai sesuatu yang tidak pernah terjadi di kurun tiga generasi awal dan tidak memiliki landasan daripada landasan-landasan yang empat. [8]

Untuk pembahasan lebih lanjut insya Allah akan kami paparkan dalam pembahasan berikutnya.

_________

1. hal.40 tahqiq dari saya, disebarluaskan oleh Daar Ibni al-Jauzy, Damam

2. Lisanul Arab 9/351, Maqayisu al-Lughati 1/209, dan al-Qamus al-Muhith hal.906

3. Yakni Bid’ah

4. Mukhtaruhu hal.44

5. al-Mi’yar al-Mu’rib … (1/352 dan 357) al-Wansyarisi

6. Lihat; Mu’jam alManahi al-Lafzhiyah, hal.304

7. Perkataan Asy-Syummany sebagaimana yang dinukil oleh al-‘Adawiy dalam Ushulun fi al-Bida’ hal.26

8. Iqomatul al-Hujjati ‘ala Anna al-Ikhtsaara min at-Ta’abbudi Liasa Bid’atin Hal.12 Al-Laknawiy

 

[Disalin ulang dari catatan lamaku @Grup: Salaf On Facebook, dinukil dari kitab Ilmu Ushuul Bida’, Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, cet. Daar ar-Raayah, Riyadh]


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: