khazanah Ilmu Blog

Beranda » Kajian: Bid'ah » Kaidah Beragama

Kaidah Beragama


Kaidah Beragama

Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata,

من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة فقد زعم أن محمدا خان الرسالة لأن الله يقول {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ} فما لم يكن يومئذ دينا فلا يكون اليوم دينا

“Barangsiapa membuat satu bid’ah dalam agama dan dia menganggapnya hasanah maka sungguh dia telah menuduh Muhammad berkhianat terhadap risalah (QS. Al-Maa`idah:3). Sebab, Allah berfirman (Pada hari ini telah Kusempurnakan bagi kalian agama kalian) sehingga sesuatu yang pada hari itu bukan perkara agama, maka pada hari ini juga bukan perkara agama
[Al-I’tisham (1/49), Al-Ihkam, karya Ibnu Hazm (6/255).]

Dari perkataan Imam Malik bin Anas rahimahullah (yang merupakan gurunya Imam Syafi’i rahimahullah) dapat diketahui bahwa setiap perkara agama yang tidak ada (baca: tidak syariatkan) di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyallahu ‘anhum maka apabila di masa setelahnya ada sebuah perkara agama yang tidak dilaksanakan para shahabat, hal itu adalah bid’ah.

Dengan demikian pengertian hadits berikut:

إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.

“Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara yang baru. Setiap perkara-perkara yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” [HR. Abu Dawud (no. 4607), at-Tirmidzi (no. 2676), Ahmad (IV/46-47) dan Ibnu Majah (no. 42, 43, 44), dari Sahabat Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu anhu, hasan shahih.]

Adalah tentang perkara baru dalam urusan agama, hal ini sebagaimana sabdanya:

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Apabila ada sesuatu dari urusan duniamu, maka kamu lebih tahu tentang hal itu. Jika ada urusan dienmu, maka akulah tempat  kembalinya ( ikuti aku ). [HR. Ahmad]

Kesimpulan:
Menjalankan agama Islam haruslah berlandaskan pada Al-Qur’an & As-Sunnah ‘ala fahmi salafus shalih yaitu para shahabat radhiyallahu ‘anhum.

 

 

Wallahu a’lam.


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: