khazanah Ilmu Blog

Beranda » Aprime » Sejarah & Kisah » Ya’juj Wa Ma’juj

Ya’juj Wa Ma’juj


Ya'juj Wa Ma'juj

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya´juj dan Ma´juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al-Anbiya: 96)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di [1] rahimahullaah menafsirkan:
(ayat) Ini merupakan peringatan dari Allah kepada manusia agar tidak terus menerus berada dalam kekafiran dan kemaksiatan, sudah dekat masanya Ya’juj dan Ma’juj keluar. Ya’juj dan Ma’juj merupakan dua kabilah manusia yang sangat besar, Dzul Qarnain menutup tempat mereka saat banyak melaporkan kepadanya mereka berbuat onar dan kerusakan di muka bumi. Kemudian di Akhir Zaman, benteng yang menutupi mereka akan terbuka hingga mereka keluar menghampiri seluruh manusia dalam kondisi dan ciri-ciri seperti yang digambarkan Allah, mereka datang dengan cepat menyebar diseantero bumi, mungkin wujud mereka yang menyebar dengan cepat atau Allah menciptakan berbagai faktor yang mendekatkan jarak yang jauh untuk mereka dan mempermudah apapun yang sulit, mereka memaksa dan menguasai manusia, tidak ada yang berani memerangi mereka. [Lihat: Taisirul Karimir Rahman, hlm.531 karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di]

Siapakah Ya’juj dan Ma’juj ? 

Ya’juj dan Ma’juj [2] adalah keturunan Adam ‘alaihissalaam, dan (berita, pen) ini telah tsabit dari hadits-hadits shahih dan Atsar-atsar shahih, diantaranya:

Hadits Abdullah bin Amr, dari Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam beliau bersabda:
atkan dari Abdullah bin ‘Amr c bahwa Rasulullah sallallahu’alaihi wassallam bersabda:

إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِنْ وَلَدِ آدَمَ وَلَوْ أُرْسِلُوا
لَأَفْسَدُوا عَلَى النَّاسِ مَعَايِشَهُمْ
وَلَنْ يَمُوتَ مِنْهُمْ
رَجُلٌ إِلاَّ تَرَكَ مِنْ ذُرِّيَّتِهِ أَلْفًا فَصَاعِدًا

“Sesungguhnya Ya`juj dan Ma`juj dari keturunan Adam. Sekiranya mereka dilepas niscaya mereka akan merusak kehidupan manusia. Dan tidak mati salah seorang dari mereka melainkan ia meninggalkan dari keturunannya seribu atau lebih.”. [Disebutkan oleh al-Haitsami dalam Majma’ az- Zawa’id 8/6; dan ia berkata: “Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam al-Mu’jam al-Kabir dan al-Mu’jam al-Ausath dan rawi-rawinya tsiqah”]

Dari Abu Sa’id Al-Khudri [3] radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai Adam.” Ia menjawab: “Aku sambut panggilan-Mu dengan penuh bahagia dan izzah ada di tangan-Mu.” Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Pisahkanlah penduduk neraka dari keturunanmu.’ Dia bertanya,’ aku mendengar dan aku patuhi. Berapa jumlah penduduk neraka?” Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Perbandingannya dari setiap seribu (keluarkan) sembilan ratus sembilan puluh sembilan. Pada saat itu anak kecil beruban dan setiap wanita hamil akan menggugurkan kandungannya, dan engkau melihat manusia dalam seakan mabuk, padahal mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah teramat keras.”
Para sahabat bertanya:
“Wahai Rasulullah, siapa diantara kita yang termasuk satu?
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Terimalah kabar gembira, sesungguhnya dari kalian dikeluarkan satu orang dan dari Ya’juj dan Ma’juj dikeluarkan seribu orang. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh aku berharap agar kalian adalah seperempat penduduk surga.” maka kami bertakbir, lalu beliau bersabda lagi: “Aku berharap agar kalian adalah sepertiga penduduk surga.” maka kami bertakbir, lalu beliau bersabda lagi: “Aku berharap kalian adalah setengah penduduk surga.”. maka kami bertakbir, lalu beliau bersabda lagi:
“Tidaklah perumpamaan kalian di tengah-tengah manusia kecuali seperti satu helai bulu hitam pada kulit sapi jantan yang putih atau seperti satu helai bulu putih pada kulit sapi jantan yang hitam” (Shahih: HR. Al-Bukhari 3/3170, Muslim no.222, Ibnu Hibban 16/203, at-Tirmidzi 5/3168, Ahmad 2/66, al-Hakim 2/254 dan yang lainnya)

Ibnu Katsir [4] berkata, di dalam musnad Imam Ahmad dari Samurah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Anak Nuh ada tiga; Saam moyang bangsa Arab, Haam moyang bangsa sudan dan Yafits moyang bangsa at-Turk.”

Sebagian ulama berkata:
Mereka (Ya’juj dan Ma’juj) berasal dari keturunan Yafits leluhurnya bangsa at-Turk.
Merek dinamakan orang-orang at-Turk karena mereka disekap (ditinggalkan) di balik dinding (yang dibangun Dzulqarnain) di daerah ini. Dan jika orang-orang at-Turk itu bukanlah Ya’juj dan Ma’juj namun mereka masih kerabat Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka memiliki sifat lalim, merusak dan berani.

Asal Kata Ya’juj dan Ma’juj 

Dalam bahasa Arab, [4]
kata yang seperti keduanya (Ya’juj dan Ma’juj) diambil dari (أَجَّتِ النَّارُ) yang berarti api yang menyala-nyala.
Dikatakan (dalam riwayat lain) dari kata (الْمَاءُ أُجَاجُ ) yang berarti air yang sangat asin (pahit) yang menyengat akibat rasa asinnya.
Dikatakan (dalam riwayat lain) dari kata ( الْأَجُّ ) yang berarti berjalan cepat, bergegas dan hal mengejar dengan cepat.
Dikatakan (dalam riwayat lain) dari kata (الْأَجَّةُ ) yang berarti hal panas menyengat.

Dan Ma`juj berasal dari kata ( مَاجَ ) yang berarti bergetar. [Lihat: Lisanul Arab 2/207 dan Fathul Bari 13/114]

Samahatusy Syaikh Ibn Baz rahimahullah juga ditanya tentang Ya’juj dan Ma’juj. Beliau menjawab:

“Mereka berasal dari keturunan Adam, akan keluar pada akhir zaman. Mereka tinggal di arah timur. Bangsa At-Turk (Mongol) termasuk dari mereka, lalu mereka dibiarkan di luar dinding (benteng yang dibuat Dzulqarnain), dan tinggallah Ya’juj dan Ma’juj di balik dinding tersebut. Sedangkan bangsa Mongol di luar dinding. Ya’juj dan Ma’juj termasuk dari bangsa timur, ujung timur. Dan mereka akan keluar pada akhir zaman dari Cina dan sekitarnya, setelah keluarnya Dajjal dan turunnya Isa bin Maryam ‘alaihi salam. Sebab, mereka dibiarkan tinggal di sana tatkala Dzulqarnain membangun benteng, sehingga mereka berada di baliknya, sedangkan bangsa Mongol dan Tartar di luar benteng. Dan jika Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki keluarnya mereka kepada manusia, maka mereka keluar dari tempat mereka dan menyebar di muka bumi, lalu berbuat kerusakan. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala kirimkan ulat-ulat kepada mereka di leher-leher mereka, sehingga merekapun mati seperti matinya satu jiwa seketika itu juga, sebagaimana yang telah shahih dari hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Isa bin Maryam ‘alaihi salam bersama kaum muslimin membentengi diri dari mereka, sebab mereka keluar pada zaman Isa ‘alaihi salam setelah keluarnya Dajjal.” (Fatawa Asy-Syaikh Ibn Baz, 5: As’ilah Mutafarriqah wa Ajwibatuha, pertanyaan ketiga) [Majalah Asy-Syariah no. 37/IV/1429 H/2008, hal. 28, 30, 31 dan 62.]

Faedah

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya:

“Telah menyebar makalah dari Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di bahwa beliau berpendapat tentang telah munculnya Ya`juj dan Ma`juj dan bahwa mereka itu adalah penduduk Cina. Dan setelah merujuk ke tafsir beliau maka jelas bahwa Ya`juj dan Ma`juj akan keluar pada akhir zaman dan mereka melakukan perusakan di muka bumi, dan bahwa keluarnya mereka termasuk di antara tanda-tanda hari kiamat yang besar.
Apakah Asy-Syaikh telah rujuk dari pendapatnya yang pertama ataukah beliau memiliki dua pendapat? Dan anda sendiri, apa yang anda kuatkan dalam masalah ini? Jazakumullah khairan.

Beliau menjawab: “Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di adalah syaikh kami. Dan apa yang dinisbahkan kepada beliau –bahwa Ya`juj dan Ma`juj adalah penduduk Cina dan yang berada di belakang pegunungan Qoqaz (Kaukasus2)– telah membuat kisruh. Sebenarnya beliau tidak mengucapkan sesuatu kecuali berdasarkan dalil yang dibangun di atas Al-Kitab dan As-Sunnah, serta mengikuti ucapan orang sebelumnya (salaf, red.). Namun para pengikut hawa nafsu mencari-cari alasan yang lemah seperti lemahnya sarang laba-laba untuk mengotori kehormatan orang yang telah Allah subhanahuwata’ala beri keutamaan. Sehingga mereka hasad dan dengki kepada beliau. Syaikh kami tersebut tidak pernah menyatakan bahwa Ya`juj dan Ma`juj yang keluar pada akhir zaman adalah yang telah muncul sekarang. Dan tidak mungkin hal itu diucapkan oleh seorang yang berakal, terlebih lagi seorang alim yang termasuk paling alim di zaman itu –semoga Allah subhanahuwata’ala merahmati beliau. Beliau hanya mengatakan bahwa Ya`juj dan Ma`juj itu ada. Dan Al-Qur`an menjelaskan hal tersebut. Allah subhanahuwata’ala berfirman tentang Dzulqarnain (lalu beliau menyebut ayat-ayat dalam surat Al-Kahfi yang tersebut di atas, lalu berkata): “Jadi, mereka ada atau tidak ada? Tentu mereka ada, mereka merusak di muka bumi….” (dari kaset Silsilah Liqa` Babil Maftuh, kaset no. 60, sisi yang kedua) Wallahu a’lam bish-shawab.

Catatan kaki:

1. Dalam riwayat lain, HR. Ibnu Majah no. 4080, dengan anak panah. (red)

2. Memang ada yang berpendapat bahwa pegunungan inilah yang merupakan “benteng” dimaksud. Deretan pegunungan ini memanjang tanpa celah dari laut Hitam hingga laut Kaspia sepanjang lebih dari 1.200 km. Kecuali pada bagian kecil dan sempit yang disebut celah Darial (terletak di negara Georgia) sepanjang kurang lebih 100 meter. Pada bagian celah itulah
diduga penghalang dari Ya`juj dan Ma`juj itu dibangun. Wallahu a’lam.

________________________
1. Dinukil dari “Ar-Riyad an-Naadirah Fii Shahiih ad-Daaril Akhirah” karya Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, edisi Indonesia “Misteri Kematian” hlm.251, cet. Ke-1,Pustaka Darul Ilmi.

2. Dinukil dari “Al-Masih ad-Dajjal wa Ya’juj wa Ma’juj” karya Shalahuddin Mahmud, Darul Ghad al-Jadid Al-Manshurah Mesir, edisi Indonesia “Misteri Akhir Zaman” hlm.154-155 cetakan ke-4 Pustaka Darul Haq.

3. Dinukil dari “Al-Masih ad-Dajjal wa Ya’juj wa Ma’juj” karya Shalahuddin Mahmud, Darul Ghad al-Jadid Al-Manshurah Mesir, edisi Indonesia “Misteri Akhir Zaman” hlm.155-156 cetakan ke-4 Pustaka Darul Haq.

4. Dinukil dari “Al-Masih ad-Dajjal wa Ya’juj wa Ma’juj” karya Shalahuddin Mahmud, Darul Ghad al-Jadid Al-Manshurah Mesir, edisi Indonesia “Misteri Akhir Zaman” hlm.154 cetakan ke-4 Pustaka Darul Haq.


2 Komentar

  1. Abdurrahman mengatakan:

    Masya Allah ternyata bener ada Ya’juj Majuj, artikelnya masih sedikit ya akh!

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: