khazanah Ilmu Blog

Beranda » Aprime » Aqidah Tauhid » Bahaya Fitnah Kuburan

Bahaya Fitnah Kuburan


Di antara tipu daya setan yang sangat berbahaya dan membuat manusia terpedaya, di mana hanya sedikit saja orang yang selamat darinya (yakni orang yang dikehendaki oleh Allah ta’ala agar tidak terpedaya) adalah Fitnah Kuburan yang sejak dahulu sampai sekarang terus dihembuskan oleh setan kepada golongan dan para pendukungnya. Hingga pada akhirnya penghuni kubur yang dipertuhankan itu diibadahi, begitu pula kuburan-kuburannya.

Di atsa kuburan-kuburan mereka dibangunlah tempat ibadah yang di dalamnya dihiasi dengan lukisan tuhan-tuhan tersebut, kemudian lukisan-lukisan itu pun disempurnakan menjadi sebuah patung yang disembah, di samping penyembahan mereka kepada Allah ta’ala.

Penyakit berbahaya ini pertama kalinya menimpa kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam, hal ini sebagaimana dikabarkan oleh Allah ta’ala dalam firman-Nya:

Nuh berkata, ’Ya rabbku, sesengguhnya mereka telah mendurhakaiku, dan .telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka, dan melakukan tipu-daya yang amat besar. Dan mereka berkata, ’Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) ilah-ilah kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwaa’, Taghuts, Ta’uq, dan Nasr.’ Sesedahnya mereka telah meyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.” (QS. Nuh: 21-24)

Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah berkata:
“Yang kami ketahui tentang mereka sebagaimana diceritakan kepada kami oleh Humaid bin Mihran dari Sufyan dari Muhammad bin Qais, bahwa Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr adalah orang shalih dari keturunan Adam ‘alaihissalam. Mereka mempunyai pengikut yang mengikuti langkah mereka, lalu ketika mereka telah meninggal, para pengikutnya itu mengatakan, `Sekiranya kita lukis mereka, tentu hal itu akan membuat kita lebih bersemangat untuk beribadah apabila kita mengingat mereka.` Para pengikut itu pun segera melukisnya, kemudian setelah para pengikut itu tiada dan datanglah generasi berikutnya, kemudian Iblis pun memperdayai mereka dengan membisikkan, `Sebenarnya para pengikut itu menyembah mereka dan karena mereka pula para pengikut itu mendapatkan air hujan.` Maka generasi itu pun menyembah orang-orang shalih tersebut.”

[Diringkas dari Ighaatsatul Lahfan Fii Mashaa`idisy Syaithan, (hlm. 346) karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, tahqiq: Syaikh Ali Hasan Al-Halabi hafizhahullah, Daar Ibnul Jauzi]


6 Komentar

  1. Aswaja mengatakan:

    wah makin banyak nieh blog wahabi😀

  2. Aswaja mengatakan:

    males ane sih ngeladenin blog ente, dasar wahabi

    • khazanahilmublog mengatakan:

      Hadakallah yaa akhi, dan terimakasih sudah komentar di blognya wahhabi karena sesungguhnya anda telah terkilah oleh diri anda yang tak akan saya sebutkan.
      Al-Jahlu Yajma’unnaass Fii Tadhlil, wa Tarkul Jawaabu ‘alal Jahili Jawabun.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: