khazanah Ilmu Blog

Beranda » Tanya - Jawab » Barangsiapa yang tidak memiliki guru (syaikh) maka gurunya adalah syaithan?

Barangsiapa yang tidak memiliki guru (syaikh) maka gurunya adalah syaithan?


tanya jawab

Ada yang bertanya kepadaku tentang:

Barangsiapa yang tidak memiliki guru (syaikh) maka gurunya adalah syaithan?

((saat aku menjawab dalam keadaan sibuk dan mulai kantuk, namun kemudian pertanyaan itu seakan membekas di hatiku, karena aku merasa bahwa ia membutuhkan jawaban yang memuaskan lalu aku mencoba telusuri fatwa-fatwa ulama, alhamdulillaah ditemukan juga jawabannya melalui fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah, kendati demikian dari tiap website (Arab) seperti website Syaikh Ali Hasan Al-Halabi hafizhahullah pun menerangkan jawaban serupa.))

السؤال
ما تعليقكم حول موضوع: من لا شيخ له فشيخه الشيطان، أنا لا شيخ معينا لي، فهل شيخي الشيطان؟

Pertanyaan:
Apakah komentar anda terhadap topik pembicaraan ini:
Barangsiapa yang tidak memiliki guru (syaikh) maka gurunya adalah syaithan, aku tidak memiliki syaikh, apakah guruku adalah syaithan?

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah mengomentari perkataan tersebut sebagai berikut :

الإجابــة
أمَّا قولُهم: “مَن لا شيخَ له؛ فشيخُه الشيطان”؛ فهذا باطل، ما له أصل، وليس بحديث. وليس لك أن تتَّبع طرق الشيخ إذا كان مخالفاً للشرع، بل عليك أن تتبع الرَّسول -صلَّى الله عليه وسلَّم- وأصحابَه -رضي الله عنهم وأرضاهم- ومَن تَبِعهم بإحسان، في صلاتك، وفي دعائك، وفي سائر أحوالك. يقول الله -جلَّ وعلا-: {لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ}[الأحزاب: 21]. ويقول -سبحانه وتعالى-: {وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ..} الآية [التوبة: 100]. فأنت عليك أن تتبعهم بإحسان باتِّباع الشَّرع الذي جاء به النَّبيُّ -صلى الله عليه وسلَّم- والتَّأسِّي بهم في ذلك وعدم البدعة التي أحدثها الصوفية وغير الصوفية. والله المستعان

Jawaban:
“Adapun perkataan mereka (yaitu Shuufiyyah) : ‘barangsiapa yang tidak punya guru, maka gurunya adalah setan’; maka perkataan ini adalah bathil. Tidak ada asalnya. Bukan pula hadits. Tidak boleh bagimu untuk mengikuti jalan seorang syaikh apabila ia menyelisihi syari’at. Bahkan wajib bagimu untuk mengikuti Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam, para shahabatnya radliyallaahu ‘anhum, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dalam shalatmu, doamu, dan seluruh keadaanmu. Allah ‘azza wa jalla berfirman : ‘Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu’ (QS. Al-Ahzaab : 21). Allah subhaanahu wa ta’ala juga berfirman : ‘Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik’ (QS. At-Taubah : 100). Maka wajib bagimu untuk mengikuti mereka dengan baik, dengan mengikuti syari’at yang dibawa oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam; serta mencontoh mereka dalam hal tersebut. Juga wajib bagimu untuk tidak berbuat bid’ah yang diada-adakan oleh Shuufiyyah dan non-Shuufiyyah. Wallaahul-musta’aan” .

———¤ Yudha Abdil Ghani bin Utsman Baksan ¤—­——

______________
Sumber:

fficial Web Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah
Islamweb.com
Kulalsalafiyeen


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: