khazanah Ilmu Blog

Beranda » Kajian: Adab & Akhlak » Kemaksiatan adalah penyebab kehinaan seorang hamba

Kemaksiatan adalah penyebab kehinaan seorang hamba


Kemaksiatan Adalah penyebab kehinaan seorang hamba

Fasal 18: Kemaksiatan adalah penyebab kehinaan seorang hamba
—oOo—
– 14 – Dampak dari kemaksiatan: bahwa maksiat adalah penyebab kehinaan seorang hamba di hadapan Rabbnya dan menjadi rendah dalam pandangan-Nya.

Imam Al-Hasan Al-Bashri (rahimahullah) berkata: “Mereka yang bermaksiat adalah orang-orang yang hina dihadapan-Nya dan seandainya mereka mulia dihadapan-Nya niscaya Dia akan menjaga mereka”

Dan bila seorang hamba telah hina di hadapan Allah maka tak ada seorang pun yang akan memuliakannya, sebagaimana firman Allah ta’ala: “Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang akan memuliakannya.” (QS. Al-Hajj: 18). Dan apabila manusia mengagungkannya dalam zhahirnya hal itu hanya karena mereka memiliki hajat (keperluan) terhadapnya atau takut terhadap kejahatannya: padahal dia (pelaku maksiat) di dalam hati mereka adalah yang paling rendah dan hina.

– 15 – Dampak dari kemaksiatan: bahwasanya seorang hamba tidak akan berhenti melakukan dosa sehingga ia terhinakan oleh perbuatannya sendiri dan dalam hatinya ia menganggap kecil (sepele) dosa yang dilakukannya, dan hal tersebut adalah tanda-tanda kebinasaan. Dan sesungguhnya setiap dosa yang dianggap sepele (kecil) dalam pandangan seorang hamba maka semakin besar di sisi Allah.

Imam Al-Bukhari -rahimahullah- menyebutkan dalam kitab Shahihnya dari Ibnu Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu- ia berkata:
“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seakan-akan berada di lereng gunung, ia takut kalau gunung itu akan menimpanya. Sementara seorang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya maka ia berkata (mengusir lalat itu) begini maka terbanglah (lalat itu).” [Shahih Al-Bukhari (no. 5949) dan diriwayatkan juga oleh Muslim (no. 2744)]

—oOo—
Kitab Ad-Daa-u Wad-Dawaa-u
Shannafahu: Al-Imam Al-Muhaqqiq Al-‘Allamah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah tawafa sanah (751 H) rahimahullah
Tahqiq: ‘Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari hafizhahullah
Lin-Nasyr wat Tauzii`i: Daar Ibnul Jauzy
Thab’ah: Ats-Tsaalitsah 1433 H
Shaf: 91
Repost dari catatan facebook

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: