khazanah Ilmu Blog

Beranda » Belanja Online » Perilaku & Akhlak Jahiliyyah (Part: 1)

Perilaku & Akhlak Jahiliyyah (Part: 1)


Perilaku dan Akhlak Jahiliyyah @65.000

RESENSI BUKU ISLAM

Judul: Perilaku & Akhlak Jahiliyyah

Penulis: Al-Imam Al-Mujaddid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Pensyarah: Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Penerbit: Pustaka Sumayyah

Halaman: 312

Harga: Rp. 65.000,- (belum termasuk ongkos kirim & Discount 25 %)

Pemesanan: Contact us khazanahilmu@rocketmail.com

—oOo—

 MUQADDIMAH

  —oOo—

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam serta keberkahan Allah semoga selalu tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam keluarganya dan para sahabatnya.

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah di dalam muqaddimah Kitab Masaa`ilul Jahiliyyah berkata;

Buku ini adalah buku yang mengumpulkan perkara-perkara yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyelisihi orang-orang jahiliyyah dari kalangan Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) dan Kaum Ummiyyin (kaum yang tidak dapat membaca dan menulis) yang sangat dibutuhkan oleh seorang muslim untuk mengetahuinya, sebagaimana ucapan seorang penyair:

Dengan adanya lawan

Maka nampaklah kebaikan lawan tersebut

Dan dengan keberadaannya lawannya

akan nampaklah segala sesuatu

Maka perkara yang paling penting dan sangat berbahaya adalah tidak adanya keimanan hati terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Apalagi jika disandarkan kepada anggapan baik terhadap apa-apa yang orang-orang jahiliyyah berada di atasnya, maka sempurnalah kerugian yang akan diperoleh kelak pada hari kebangkitan. Allah ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang beriman kepada kebatilan dan mengingkari Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Ankabut: 52).

 —oOo—

SYARAH (PENJELASAN):

Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata:

Tulisan ini merupakan salah satu dari tulisan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang membahas masalah perilaku jahiliyyah, yang telah diselisihi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di dalamnya terdapat 128 masalah yang berkaitan dengan perkara-perkara jahiliyyah. Beliau rahimahullah telah meringkasnya dan mengambil permasalahan-permasalahan tersebut dari Al-Kitab dan As-Sunnah serta perkataan para ulama.

Tujuan dimaksud dengan Ahli Kitab adalah Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani, karena orang-orang Yahudi mempunyai kitab Taurat yang telah diturunkan oleh Allah ta’ala kepada Nabi Musa ‘alaihissalaam sedangkan orang-orang Nashrani mereka mempunyai kitab Injil yang Allah ta’ala turunkan kepada Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalaam. Oleh karena itu mereka dijuluki sebagai Ahli Kitab. Dan di masa sekarang, mereka menyebut Taurat dengan nama Perjanjian Lama atau lembaran-lembaran lama, sedangkan Injil mereka sebut dengan nama Perjanjian Baru atau lembaran-lembaran baru. Demikianlah Istilah yang sekarang mereka pakai.

Keduanya adalah kitab yang agung yang Allah telah turunkan kepada kedua Nabi yang mulia, yaitu Nabi Musa dan Nabi Isa ‘alaihimassalaam, dan lebih khusus Taurat. Karena Kitab tersebut adalah kitab yang agung. Sedangkan Injil berfungsi sebagai penyempurna dan pembenar terhadap Taurat. Oleh karena itu mereka dinamakan Ahli Kitab, sebagai pembeda antara mereka dengan selain mereka dari kalangan orang-orang yang tidak memiliki kitab.

Adapun Al-Umiyyin mereka adalah bangsa Arab yang tidak beragama dengan agama-agama yang ada (saat itu). Mereka dijuluki dengan Al-Umiyyin yang merupakan bentuk jamak dari kata ummiy nisbat kepadaAl-Um (yaitu orang yang tidak bisa membaca dan menulis). Mereka adalah mayoritas kaum yang tidak bisa membaca dan menulis, serta tidak memiliki kitab sebelum diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu mereka dinamakan Al-Umiyyin sebagaimana firman Allah ta’ala:

هُوَٱلَّذِىبَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ

“Dia adalah Dzat yang telah mengutus seorang rasul di kalangan Al-Umiyyin dari kalangan mereka sendiri.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)

dan firman Allah ta’ala:

وَمَا آتَيْنَاهُمْ مِنْ كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا ۖ وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَذِيرٍ

“Dan tidaklah Kami datangkan kepada mereka dari kitab-kitab yang mereka akan bisa mempelajarinya, dan tidaklah Kami mengutus kepada mereka seorang pemberi peringatan sebelummu.” (QS. Saba’: 44)

dan juga firman Allah ta’ala:

لِتُنذِرَ قَوۡمً۬ا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمۡ فَهُمۡ غَـٰفِلُونَ

“Supaya engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka tidak diperingatkan, maka mereka adalah orang-orang yang lalai.” (QS. Yasin: 6)

Inilah makna Al-Umiyyin dan Allah ta’ala telah menyifati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sifatUmmiy, Sebagaimana firman Allah ta’ala:

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلۡأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُ ۥ مَكۡتُوبًا عِندَهُمۡ فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ يَأۡمُرُهُم بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡہَٮٰهُمۡ عَنِ ٱلۡمُنڪَرِ

“Orang-orang yang mengikuti rasul, nabi yang ummiy yang mereka dapati tertulis di sisi mereka di dalam Taurat dan Injil, yang ia akan memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Al-A’raf: 157)

Yang dimaksud dengan ummiy adalah tidak bisa membaca dan menulis. dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ditutus membawa kitab yang agung ini dalam keadaan ummiy sebagai bukti atas kebenaran risalahnya. Hal ini termasuk salah satu mukjizat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan mayoritas bangsa Arab ketika itu ummiyyin dan Nabi mereka pun seorang ummiy.

Sedangkan Jahiliyyah adalah nisbat kepada Al-Jahlu yang artinya adalah tidak ada ilmu atau bodoh. MakaAl-Jahiliyyah adalah masa tidak adanya seorang rasul dan sebuah kitab. Yang dimaksud dengannya adalah masa sebelum diutusnya nabi Muhammad. Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَـٰهِلِيَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ

“Dan janganlah kalian bertabarruj sebagaimana tabarrujnya kaum jahiliyyah terdahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Kejahiliyyahan yang dimaksud dalam ayat ini adalah masa sebelum diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengapa demikian? Karena sebelum diutusnya Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam seluruh belahan alam semesta ini berada di dalam gelombang kesesatan dan kekufuran. Hal ini dikarenakan kitab-kitab yang ada telah tersusupi oleh tangan-tangan kotor. Orang-orang Yahudi telah melakukan tahrif (perubahan) terhadap kitab Taurat dengan memasukkan berbagaimacam kesesatan, kekufuran dan kekejian.

Demikian pula orang-orang Nashrani. Mereka telah melakukan tahrif terhadap kitab Injil dari keasliannya sebagaimana yang telah diturunkan kepada Nabi Isa ‘alaihissalaam. Dan yang demikian itu terjadi ketika ada seorang yang bernama Bils atau Syawel. Dia adalah seorang Yahudi yang dengki kepada Rasul Allah Isa ‘alaihissalaam. Laki-laki itu telah merencanakan makar (siasat jahat) dan tipu dayat untuk merusak dan menghancurkan agama Al-Masih ‘alaihissalaam.

Dalam rangka melancarkan misi busuknya ia berpura-pura beriman kepada Nabi Isa ‘alaihissalaam dan menyesali atas segala sikapnya yang memusuhi Al-Masih dan ajarannya. Hal ini karena ia telah bermimpi -menurut pengakuaannya- bahwa ia beriman kepada Al-Masih dan orang-orang Nashrani membenarkan apa yang telah dikatakannya.

Kemudian ia mendalami Injil yang diturunkan kepada Isa ‘alaihissalaamlalu ia menyusupkan dan memasukkannya ke dalamnya keyakinan kepada berhala, kekufuran dan kesesatan. Ia memasukkan keyakinan Trinitas yaitu bahwasanya Allah adalah satu dari yang tiga, Isa adalah anak Allah, atau dia adalah Allah. Dan ia juga menyusupkan ajaran untuk menyembah salib, serta berbagai macam pemahaman kekafiran yang keji.

Orang-orang Nashrani lalu membenarkan hal itu dan menyatakan bahwa sang Yahudi ini adalah seorang ‘alim dan seorang yang beriman. Bahkan mereka menjulukinya sebagai Rasul Bils atau Rasul Al-Masih sesuai dengan anggapan batil mereka. Padahal misi utama dia hanyalah ingin menghancurkan agama Al-Masih. Maka berhasillah apa yang ia inginkan. Sehingga agama Al-Masih menjadi rusak dan telah masuk di dalamnya segala macam pemahaman keberhalaan dan ajaran trinitas. Ini adalah keadaan Ahli Kitab sebelum diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali sedikit sekali dari mereka yang masih berpegang dengan ajaran yang benar ketika itu. [1] Akan tetapi mayoritas dari mereka berada di atas kekafiran dan penyimpangan dari Agama Allah.

—oOo—

disalin dari buku Perilaku dan Akhlak Jahiliyyah (halaman. 2-5) cetakan Pustaka Sumayyah.

_____________________

Footnote:

1. Asy-Syaikh Taqiyyuddin berkata, “Bahwasanya (generasi) mereka telah punah (meninggal) sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Insya Allah bersambung pada halaman berikutnya.


Penulis: Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan 
Penerbit: Pustaka Sumayyah
Harga: Rp. 65.000,-
Discount: 20%


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: