khazanah Ilmu Blog

Beranda » Aprime » Aqidah Tauhid » Perilaku & Akhlak Jahiliyyah (Part: 3)

Perilaku & Akhlak Jahiliyyah (Part: 3)


Perilaku dan Akhlak Jahiliyyah @65.000

RESENSI BUKU ISLAM

Judul: Perilaku & Akhlak Jahiliyyah
Penulis: Al-Imam Al-Mujaddid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Pensyarah: Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
Penerbit: Pustaka Sumayyah
Halaman: 312
Harga: Rp. 65.000,- (belum termasuk ongkos kirim & Discount 25 %)
Pemesanan: Contact us khazanahilmu@rocketmail.com

—oOo—
KESIMPULAN
—oOo—

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam serta keberkahan Allah semoga selalu tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam keluarganya dan para sahabatnya.

—oOo—

Berkata Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah:

Kesimpulannya adalah semua perkara jahiliyah itu tercela dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kita untuk menyerupai orang-orang jahiliyyah di dalam semua perkara dan dengan diutusnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam maka hilanglah kejahiliyahan secara umum di muka bumi ini. Ilmu dan keimanan telah datang yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah telah diturunkan dan tersebarlah ilmu sehingga lenyaplah kebodohan.

Maka selama Al-Qur’an dan As-Sunnah dan perkataan para ulama masih ada, sesungguhnya kejahiliyahan itu sudah tidak ada. Maksudku (Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan) adalah kejahiliyahan secara umum. Adapun sebagian sikap dan perilaku kejahiliyahan masih tetap ada di sebagian manusia, kabilah, atau sebagian-sebagian negeri dan ini adalah kejahiliyahan yang sifatnya juz`iyah (sebagian atau parsial).

Oleh karena itu tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki mencela saudaranya dengan mengatakan, “Wahai anaknya orang hitam.” maka beliau berkata kepadanya, “Engkau mencela karena ibunya?! Sesungguhnya pada dirimu masih ada perilaku jahiliyyah.”[5]

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ

“Ada empat perkara jahiliyah yang ada pada umatku, mereka tidak meninggalkannya ; yaitu mencaci keturunan, membanggakan kedudukan, meratapi orang meninggal dunia, serta mengaitkan turunnya hujan dengan bintang-bintang.” [6]

Hal ini menunjukkan bahwasanya masih ada beberapa perkara jahilyyah pada sebagian manusia dan hal ini sangat tercela akan tetapi pelakunya tidak dikafirkan karenanya. Tetapi kejahiliyahan secara umum telah lenyap dari muka bumi. Alhamdulillah.

Oleh karena itu tidak diperbolehkan untuk mengatakan, “Bahwa manusia berada dalam kajahiliyahan,” atau “Masa sekarang secara umum berada di dalam masa jahiliyyah.” Karena ucapan ini merupakan satu bentuk penentangan terhadap keberadaan risalah, penentangan terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ucapan mutlak seperti ini tidak dibenarkan.

Adapun bila dikatakan, “Bahwa pada sebagian manusia masih ada sifat dan perilaku kejahiliyahan,” atau “Di sana ada satu perangai dari perangai jahiliyyah.” Dan hal ini memang ada (maka diperbolehkan). Sehingga dalam hal ini terdapat perbedaan antara kondisi sebelum dan sesudahnya diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Terkadang sebagian orang mengatakan, “Apa yang mendorong ditulis dan dikumpulkannya masalah-masalah kejahiliyahan, padahal masa kejahiliyahan itu telah berlalu? Dan kita adalah kaum muslimin, Waliya’udzubillah.

Kita katakan kepadanya, “Yang mendorong ditulis dan dikumpulkan permasalahan ini tiada lain agar waspada darinya. Sesungguhnya apabila seorang muslim telah mengetahuinya dia akan mewaspadainya. Adapun jika bodoh dan tidak mengenalnya, terkadang terjerumus ke dalamnya. Maka menyebutkan dan mempelajarinya adalah dalam rangka untuk mengenali prekara-perkara tersebut kemudian menjauhi dan waspada darinya. Seorang penyair berkata,

Aku mengenali kejahatan bukan untuk berbuat jahat,

akan tetapi untuk menamengi (menjaga) diri darinya

Dan barangsiapa yang tidak mengenali kejahatan

dikhawatirkan terjatuh ke dalamnya.

Ini dari satu sisi, dan sisi yang kedua. Sesungguhnya bila engkau mengenal kejahiliyahan niscaya engkau akan mengenal keutamaan Islam, sebagaimana perkartaan seorang penyair,

Dengan adanya lawan maka nampaklah kebaikan lawan tersebut

Dan dengan keberadaan lawannya akan nampaklah segala sesuatu.

Umar bin Al-Khaththatb radhiyallahu ‘anhu berkata,

يُوْشِكُ أَنْ تَنْقَضُ عُرَي الإِسلَامِ عُرْوَةً، إِذَا نَشَأَ فِي الإِسْلَامِ مَنْ لاَ يَعْرِفُ الجَاهِلِيَّةَ

“Hampir-hampir tali Islam terurai sehelai demi sehelai, bila ada orang yang tumbuh dalam Islam tidak mengenal perkara-perkara jahiliyah.”

Maka bila manusia biasa bodoh terhadap perkara-perkara jahilyyah, sungguh sangat dikhawatirkan ia terjatuh ke dalamnya. Karena setan tidak akan melupakannya dan tidak pula tidur daripadanya. Ia akan terus menerus mengajak kepada perkara kejahiliyahan itu. Setan dan para pengikutnya dari kalangan da’i-da’i penyesat senantiasa akan mengajak kepada perkara kejahiliyahan dengan menghidupkan kesyirikan, kebid’ahan, khurafat dan peninggalan orang-orang jahiliyah. Dan misi dari semua ini adalah untuk menghancurkan Islam dan mengembalikan manusia kepada keadaan jahiliyah. Oleh karena itu merupakan keharusan bagi kita semua untuk mempelajari perkara kejahiliyahan dalam rangka menjauhkan diri darinya.

Asy-Syaikh rahimahullah (Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) berkata, “Maka perkara yang paling penting dan sangat berbahaya adalah tidak adanya keimanan hati terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Hal ini dikarenakan orang-orang jahiliyyah telah mendustakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak mengimaninya serta tidak mau menerima petunjuk Allah ta’ala yang telah dibawanya.

Beliau rahimahullah berkata lagi, “Apalagi jika disandarkan kepada anggapan baik terhadap apa-apa yang orang-orang jahiliyyah berada di atasnya, maka sempurnalah kerugian yang akan diperoleh kelak pada hari kebangkitan.”

Maknanya adalah telah didapati kerusakan secara zhahir maupun batin, kerusakan batin ialah tidak mau beriman dengan apa yang telah dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan kerusakan pada zhahir ialah anggapan baik terhadap perkara kejahiliyahan.

Maka apabila telah terjadi kerusakan lahir dan batin, sempurnalah kerugian itu, Waliya’udzubillah. Dan ini adalah buah dari kebodohan dan hilangnya pengenalan terhadap perkara-perkara kejahiliyahan. Maka tidak diperbolehkan mempunyai anggapan baik terhadap apa yang ada pada orang jahiliyah, bahkan wajib mengingkari dan mencegahnya.

adapun orang yang menganggapnya baik perkara kejahiliyahan maka ia termasuk golongan mereka. Asy-Syaikh rahimahullah berdalil dengan firman Allah ta’ala, “Dan orang-orang yang beriman dengan kebatilan dan mengingkari Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Ankabut: 52).

“Beriman dengan kebatilan” maknanya adalah membenarkan kebatilan. Dan kebatilan adalah lawan dari kebenaran, maka segala sesuatu yang menyelisihi kebenaran pastilah hal itu adalah sebuah kebatilan. Dan kebatilan itu adalah sesuatu yang pasti akan lenyap, yang tidak ada manfaatnya.

Allah ta’ala berfirman:

فَذَٲلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمُ ٱلۡحَقُّ‌ۖ فَمَاذَا بَعۡدَ ٱلۡحَقِّ إِلَّا ٱلضَّلَـٰلُ‌ۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ

“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Yunus: 32).

—oOo—

وصلى الله على نبيينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين, والحمد لله رب العالمين

جمعته : يودا بن عبدالغني بن عثمان باكسان

Alhamdulillah Syarah Masaa`il Jahiliyyah bagian muqaddimah telah selesai. disalin dari buku Perilaku dan Akhlak Jahiliyyah (halaman. 10-12) cetakan Pustaka Sumayyah.

___________________________

5. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 30, 2545, 6050) dan Muslim (no. 1661)

6. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no.3850) dan Muslim (no. 935) dan lafazh hadits ini milik muslim.


Penulis: Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan 
Penerbit: Pustaka Sumayyah
Harga: Rp. 65.000,-
Discount: 20%

keranjang belanja


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: