khazanah Ilmu Blog

Beranda » Kajian: Bid'ah » Apakah Sekolahan dan semisalnya Bid’ah ?

Apakah Sekolahan dan semisalnya Bid’ah ?


tanya jawab Ada yang bertanya: Apakah setiap yang tidak ada di zaman Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam adalah bid’ah, seperti penyusunan buku, pembangunan sekolah, gedung, dll ?

Saya kira hal ini sudah terlalu sering ditanyakan dan sering pula dijawab baik terperinci maupun global di blog-blog yang lain, dan hal ini menjadi tidak asing lagi, namun saya berhusnuzhan semoga pertanyaan ini datang dari ketidak-tahuannya semata, maka pertama-tama yang harus diketahui Apakah Bid’ah itu dan Bagaimana Pengertiannya dan hal itu telah saya jelaskan dalam artikel sebelumnya silahkan di klik –> Pengertian Bid’ah. Kedua saya akan menukilkan perkataan seorang ulama faqihuz zaman Al-‘Allamah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahulah:

1

Kami katakan bahwa hal seperti ini bukanlah bid’ah, melainkan sebagai sarana (wasilah) untuk melaksanakan perintah, sedangkan sarana itu berbeda-beda sesuai tempat dan zamannya. Sebagaimana disebutkan dalam kaidah:

الوَسَائِل لَهَا أَحْكَام المَقَاصِد

“Wasaa`il (sarana-sarana) dihukumi sesuai tujuannya”

Maka sarana untuk melaksanakan perintah, hukumnya adalah diperintahkan; sarana untuk perbuatan yang tidak diperintahkan; hukumnya pun tidak diperintahkan; sedangkan sarana untuk perbuatan haram hukumnya adalah haram. Oleh karena itu suatu kebaikan jika dijadikan sarana untuk kejahatan akan berubah hukumnya menjadi hal yang buruk dan jahat. Allah ta’ala berfirman:

وَلا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (QS. Al-An’aam: 108)

Padahal menjelek-jelekkan sesembahan orang-orang musyrik itu dibenarkan dan sesuai pada tempatnya, sebaliknya menjelek-jelekkan Allah subhaanahu wa ta’ala itu perbuatan zhalim dan tidak pada tempatnya, akan tetapi karena perbuatan itu menyebabkan mereka akan mencaci-maki Allah ta’ala, maka perbuatan tersebut dilarang. Ayat ini sengaja kami kutip karena merupakan dalil yang menunjukkan bahwa sarana itu dihukumi menurut tujuannya, maka adanya sekolah-sekolah, ilmu pengetahuan, dan penyusunan kitab dan lain sebagainya, walaupun termasuk hal baru dan belum pernah dilakukan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetapi semua itu bukan tujuan, melainkan hanya sebagai sarana semata, sedangkan sebuah sarana dihukumi sesuai tujuannya. Jadi seandainya ada seseorang membangun gedung sekolah dengan tujuan untuk pengajaran ilmu yang haram, maka pembangunan tersebut hukumnya adalah haram. Sebaliknya apabila tujuannya untuk pengajaran ilmu syar’i maka pembangunan (yang menjadi sarana,pen-) itu (hukumnya) diperintahkan. [Al-Ibda’ Fii Bayani Kamaali Syar’i Wa Khathara Al-Ibtida’ (hlm. 18-19) karya: Al-‘Allamah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin]

—oOo—

[Demikian jawaban Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah, semoga bermanfaat bagi kami dan penanya serta kaum muslimin seluruhnya, aamiin. Akhukum fillah Yudha Abdul Ghani]


2 Komentar

  1. Syaiful mengatakan:

    assalamualaikum

    kalo boleh usul..tambahkan penulisnya

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: