khazanah Ilmu Blog

Beranda » Kajian: Al-Masaa-il » Sahkah Pernikahan Muallaf yang menikah sebelum beragama Islam?

Sahkah Pernikahan Muallaf yang menikah sebelum beragama Islam?


Nikah Orang Kafir

 

Tanya:

Saudari kami di facebook bertanya tentang sepasang orang kristen yang masuk islam apa harus mengulangi pernikahanya?

Jawab:

Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam semoga terlimpah bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga serta para shahabat dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya, amma ba’du:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menuturkan:

Yang benar bahwa pernikahan mereka yang haram dalam Islam adalah haram mutlak jika mereka belum masuk Islam. Mereka diazab karenanya. Jika mereka masuk Islam maka mereka dimaafkan karena mereka tidak memiliki keyakinan berkenaan dengan haramnya pernikahan (sebelumnya) itu. Adapun berkenaan dengan sah atau tidaknya, yang benar adalah sah dari satu sisi dan tidak sah dari sisi lain. Jika yang dimaksud dengan sah adalah diperbolehkannya mengambil sikap, diperbolehkan bagi mereka dengan syarat mereka masuk Islam. Adapun yang dimaksud dengan pelaksanaan dan berlakunya di kalangan mereka tentang hukum-hukum suami-istri baginya adalah tercapainya kehalalan pada wanita yang diceraikan tiga kali, terjadinya cerai, dan tercapainya ihshan (status sudah menikah) semua ini adalah sah.[1]

Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizahullah menuturkan:

Di antara hukum-hukum yang berlaku dalam pernikahan orang-orang kafir adalah bahwa mereka menetapkan ketidak-sahannya dengan dua syarat:

  1. Jika mereka yakin akan sahnya (pernikahan) menurut syariat mereka (sebelumnya). Apa-apa yang tidak mereka yakini sahnya, mereka tidak menetapkannya karena bukan dari agama mereka.
  2. Mereka tidak mengadukan halnya kepada kita. Jika mereka mengadu, kita akan menetapkan untuk mereka hal itu berdasarkan firman Allah ta’ala:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ

“Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah…” (QS. Al-Maa`idah: 49)

Kemudian beliau hafizhahullah melanjutkan:

Jka sepasang suami Istri masuk Islam setelah kedunya menikah, kita tidak akan berusaha mengetahui bagaimana mereka menikah dan bagaimana syarat-syarat pernikahan mereka itu dulunya. AKan tetapi kita akan melihat ketika mereka mengadukan atau ketika mereka masuk Islam. Jika ternyata si istri adalah wanita yang memang pada waktu itu diperbolehkan karena tidak ada penghalang-penghalang yang bersifat syar’iyah, keduanya ditetapkan dalam pernikahannya. Karena pada mulanya pernikahan keduanya dilaksanakan tidak ada penghalang untuk menikah dan tidak ada penghalang untuk melanjutkan pernikahan itu. Jika istri pada waktu keduanya mengadu atau masuk Islam adalah orang yang tidak boleh dinikahinya keduanya harus dipisahkan karena larangan pada awal akad akan menjadi larangan untuk menjadikan pernikahan itu berlansung terus.[2]

Dengan demikian pernikahan mereka tetap sah dengan syarat pada masa pernikahan waktu itu tidak terdapat halangan atau masalah. Wallahu a’lam bish-shawwab. [akhukum fillah Yudha Abdul Ghani, Jum’at 07/06/2013]

 

___________________________________

  1. 1. Lihat Al-Mulakhkhashu Al-Fiqhiy (2/352-353) Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, cet. 1, Riasatu Idarah Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wal Iftaa`, th. 1423 H.
  2. Ibid (2/353-354)

2 Komentar

  1. Yogi Marsahala mengatakan:

    menarik pokok permasalahan sah atau tidaknya pernikahan, komentar juga dong di blog saya myfamilylifestyle.blogspot.com

  2. khazanahilmublog mengatakan:

    Syukran (thanks) gan, insya Allah ane blogwalking ke blog anda

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: