khazanah Ilmu Blog

Beranda » Catatanku » Renungan: Melihat Berbagai Kondisi Manusia

Renungan: Melihat Berbagai Kondisi Manusia


renungan malam hari_480x320

Saya melihat banyak manusia yang bergelut melawan jiwanya, ketika salah ia menyadari meskipun terkadang ia dikalahkan oleh hawa nafsunya namun karena adanya kesadaran ia tidak binasa dan terkadang ia pun memenangkan pertarungan batinnya.

Di lain tempat saya melihat lebih banyak manusia yang tiada pernah membenahi jiwanya, ia tidak sadar apakah ia bergelimang kesalahan ataukah berada di jalan yang lurus, ia hanya berpikir yang penting tidak mengganggu orang lain maka ia tak akan terganggu maka lambat laun ia bisa terjerumus kepada kebinarasaan tanpa disadari. Allahul Musta’aan

Saya berpikir, semua itu dikarenakan mereka belum mendapatkan hidayah dan taufiq dari Allah ta’ala, akan tetapi saya berpikir lebih jauh lagi, perkara hidayah itu tidak bisa duduk manis lalu datang begitu saja kecuali Allah ta’ala berkehendak, sehingga untuk meraih hidayah diperlukan perjuangan yakni ia berusaha untuk mencarinya, mendekatinya, lalu meraihnya sebab nilai upaya seseorang itu diperhitungkan sebagaimana amalan seseorang akan dibalas sesuai kadar amalnya, apabila baik dibalas dengan kebaikan dan apabila buruk pun demikian.

Kalau mau dikatakan: Tidak ada ustadz yang menceramahi, maka saya perlu katakan, apakah anda merasa lapar harus selalu disuapi laksana anak kecil sedang usia anda menjelang senja ??
Sejak kapan ada WC menghampiri seseorang yang hendak buang air !! Bukankah orang yang buang-air itulah yang akan menghampiri WC ??

Hal yang saya bingungkan adalah ketika mereka diajak berbicara yang menjurus kepada perkara Dien seolah kepanasan sehingga terasa bosan dan tak diharapkan, namun ketika berbicara duniawi subhaanallah betapa tinggi semangatnya, baik berupa ghibah, dkk.

Kematian itu sebuah kepastian yang tidak bisa dihindarkan bahkan mereka sendiri sering menyaksikan akan tetapi seolah-olah setan menutupi pandangan mata hatinya sehingga orang-orang yang mendahuluinya itu seperti buih yang tertiup angin yakni tidak membekas di dalam hatinya ketika menyaksikan seseorang dikubur di liang lahat.

Sesungguhnya mata yang terbiasa berjalan-jalan menelusuri dunia dan memandang dunia dengan takjub maka akan melahirkan angan-angan yang tinggi terhadap dunia ini, sebab pernah seseorang menegur saya ketika saya rehat di sevel (seven eleven) tiba-tiba dia mengalihkan topik pembicaran menuju mobil mahal yang harganya bisa mencapai milyaran yakni BMW Sport seri terbaru (saya lupa serinya) dengan full modifikasi, ia berkata kepada saya: “Wah bagus yah” dan saya katakan padanya: “Baru saja kita membahas tentang zuhud, kok tiba-tiba jadi bagus yah !! kalau mobil itu saya bilang jelek berarti saya gak waras, akan tetapi saya berusaha menahan diri dari ketakjuban yang berlebihan”, kemudian dia pun nampak badmood.

Yah meskipun demikian saya masih mudah tergelincir di tengah-tengah pelayaran dunia ini, dikarenakan badai hawa nafsu dan serangan bala-tentara syaithan namun alhamdulillah saya masih diberikan Rem Cakram oleh Rabbul ‘alamin sehingga saya tidak terjatuh deep-down.

Suatu keinginan yang berlebihan itu sering kali muncul dan terbetik dalam lintasan pikiran namun hal terbaik untuk mengatasinya adalah menahan diri dari hal tersebut, meskipun tidak mudah karena dorongan hawa nafsu untuk meraihnya, akan tetapi buah dari kesabaran itu manis, semanis madu.

Dahulu ketika saya masih menganut faham shufi saya sering diingatkan untuk hidup zuhud (yang over) dan diingatkan senantiasa berdzikir, masya Allah masih ada sisa-sisa yang baik dari hal tersebut yang tidak bertentangan dengan syariat tentunya. Karena sebenarnya kaum shufi yang dahulu saya ketahui itu hanya jahil dalam perkara Aqidah meskipun ini adalah suatu musibah yang sangat besar sekali, namun tidak menutupi sisi positifnya pula, meskipun banyak bid’ah yang sering diajarkan.

–Ini hanya renungan malam hari–


Catatanku 6 Juni 2013, at 9:26pm


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: