khazanah Ilmu Blog

Beranda » Kajian: Firqah » Membongkar Kedok Syi’ah Imamiyah [Bagian 2]

Membongkar Kedok Syi’ah Imamiyah [Bagian 2]


syiah bukan islam

Alhamdulillah dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarganya serta para shahabatnya dan para pengikutnya yang baik hingga hari Kiamat.

Setelah sebelumnya kami memaparkan Kedok Syi’ah Imamiyah [Bagian 1] Alhamdulillah kini kami sajikan kembali bagian 2-nya untuk mengulas lebih lanjut lagi tentang kebusukan syi’ah.

THE HISTORY OF SYI’AH

1. Asal-usul Syi’ah

Syi’ah secara etimologi bahasa berarti pengikut, sekte dan golongan seseorang. Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang berkedok dengan slogan kecintaan kepada Ali bin Abi Thalib beserta anak cucunya bahwasanya Ali bin Abi Thalib lebih utama dari seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa Wan Nihal, 2/113, karya Ibnu Hazm).

Sedang dalam istilah syara’, Syi’ah adalah suatu aliran yang timbul sejak masa pemerintahan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba’ Al-Himyari.

Abdullah bi Saba’ mengenalkan ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamasikan bahwa kepemimpinan (imamah) sesudah Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam seharusnya jatuh ke tangan Ali bin Abi Thalib karena suatu nash (teks) Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Menurut Abdullah bin Saba’, Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut. Dalam Majmu’ Fatawa, 4/435, Abdullah bin Saba menampakkan sikap ekstrem di dalam memuliakan Ali, dengan suatu slogan bahwa Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma’shum (terjaga dari segala dosa).

Keyakinan itu berkembang terus-menerus dari waktu ke waktu, sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil suatu tindakan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu mereka dibakar, lalu sebagian dari mereka melarikan diri ke Madain.

Pada periode abad pertama Hijriah, aliran Syi’ah belum menjelma menjadi aliran yang solid. Barulah pada abad kedua Hijriah, perkembangan Syiah sangat pesat bahkan mulai menjadi mainstream tersendiri. Pada waktu-waktu berikutnya, Syiah bahkan menjadi semacam keyakinan yang menjadi trend di kalangan generasi muda Islam: mengklaim menjadi tokoh pembaharu Islam, namun banyak dari pemikiran dan prinsip dasar keyakinan ini yang tidak sejalan dengan Islam itu sendiri.
2. Perkembangan Syiah

Bertahun-tahun lamanya gerakan Syiah hanya berputar di Iran, rumah dan kiblat utama Syiah. Namun sejak tahun 1979, persis ketika revolusi Iran meletus dan negeri ini dipimpin oleh Ayatullah Khomeini dengan cara menumbangkan rejim Syah Reza Pahlevi, Syiah merembes ke berbagai penjuru dunia. Kelompok-kelompok yang mengarah kepada gerakan Syi’ah seperti yang terjadi di Iran, marak dan muncul di mana-mana.

Perkembangan Syi’ah, yaitu gerakan yang mengatasnamakan madzhab Ahlul Bait ini memang cukup pesat, terlebih di kalangan masyarakat yang umumnya adalah awam dalam soal keagamaan, menjadi lahan empuk bagi gerakan-gerakan aliran sempalan untuk menggaet mereka menjadi sebuah komunitas, kelompok dan jama’ahnya.

3. Doktrin Taqiyah

Untuk menghalangi perkembangan Syi’ah sangatlah sulit. Hal itu dikarenakan Syi’ah membuat doktrin dan ajaran yang disebut “taqiya.”

Apa itu taqiyah?

Taqiyah adalah konsep Syiah dimana mereka diperbolehkan memutarbalikkan fakta (berbohong) untuk menutupi kesesatannya dan mengutarakan sesuatu yang tidak diyakininya. Konsep taqiya ini diambil dari riwayat Imam Abu Ja’far Ash-Shadiq a.s., beliau berkata: “Taqiyah adalah agamaku dan agama bapak-bapakku. Seseorang tidak dianggap beragama bila tidak bertaqiyah.” [Al-Kaafi,  (2/219)].

Jadi sudah jelas bahwa Syi’ah mewajibkan konsep taqiyah kepada pengikutnya. Seorang Syi’ah wajib bertaqiyah di depan siapa saja, baik orang mukmin yang bukan alirannya maupun orang kafir atau ketika kalah beradu argumentasi, terancam keselamatannya serta di saat dalam kondisi minoritas. Dalam keadaan minoritas dan terpojok, para tokoh Syi’ah memerintahkan untuk meningkatkan taqiyah kepada pengikutnya agar menyatu dengan kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, berangkat Jum’at di masjidnya dan tidak menampakkan permusuhan. Inilah kecanggihan dan kemujaraban konsep taqiyah, sehingga sangat sulit untuk melacak apalagi membendung gerakan mereka.

Padahal, arti taqiyah menurut pemahaman para ulama Ahli Sunnah wal Jama’ah berdasar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, taqiyah tidaklah wajib hukumnya, melainkan mubah, itupun dalam kondisi ketika menghadapi kaum musrikin demi menjaga keselamatan jiwanya dari siksaan yang akan menimpanya, atau dipaksa untuk kafir dan taqiyah ini merupakan pilihan terakhir karena tidak ada jalan lain.

Doktrin taqiyah dalam ajaran Syi’ah merupakan strategi yang sangat hebat untuk mengembangkan pahamnya, serta untuk menghadapi kalangan Ahli Sunnah, hingga sangat sukar untuk diketahui gerakan mereka dan kesesatannya.

4. Kesesatan-kesesatan Syiah

Di kalangan Syiah, terkenal klaim 12 Imam atau sering pula disebut “Ahlul Bait” Rasulullah Muhammad saw; penganutnya mendakwa hanya dirinya atau golongannya yang mencintai dan mengikuti Ahlul Bait. Klaim ini tentu saja ampuh dalam mengelabui kaum Ahli Sunnah, yang dalam ajaran agamanya, diperintahkan untuk mencintai dan menjungjung tinggi Ahlul Bait. Padahal para imam Ahlul Bait berlepas diri dari tuduhan dan anggapan mereka. Tokoh-tokoh Ahlul Bait (Alawiyyin) bahkan sangat gigih dalam memerangi faham Syi’ah, seperti mantan Mufti Kerajaan Johor Bahru, Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad, dalam bukunya “Uqud Al-Almas.”

Adapun beberapa kesesatan Syiah yang telah nyata adalah:
Keyakinan bahwa Imam sesudah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam adalah Ali bin Abi Thalib, sesuai dengan sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam (versi syi’ah). Karena itu para Khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
Keyakinan bahwa Imam mereka maksum (terjaga dari salah dan dosa). ???
Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam yang telah wafat akan hidup kembali sebelum hari kiamat untuk membalas dendam kepada lawan-lawannya, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan para sahabat lainnya radhiyallahu ta’ala anhum.
Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam mengetahui rahasia ghaib, baik yang lalu maupun yang akan datang. Ini berarti sama dengan menuhankan Ali dan Imam.
Keyakinan tentang ketuhanan Ali bin Abi Thalib yang dideklarasikan oleh para pengikut Abdullah bin Saba’ dan akhirnya mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib sendiri karena keyakinan tersebut.
Keyakinan mengutamakan Ali bin Abi Thalib atas Abu Bakar dan Umar bin Khatab. Padahal Ali sendiri mengambil tindakan hukum cambuk 80 kali terhadap orang yang meyakini kebohongan tersebut.
Keyakinan mencaci maki ara sahabat atau sebagian sahabat seperti Utsman bin Affan [lihat Dirasat fil Ahwaa’ wal Firaq wal Bida’ wa Mauqifus Salaf minhaa,(hlm.37) Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql].
Pada abad kedua Hijriah perkembangan keyakinan Syi’ah semakin menjadi-jadi sebagai aliran yang mempunyai berbagai perangkat keyakinan baku dan terus berkembang sampai berdirinya dinasti Fathimiyyah di Mesir dan dinasti Sofawiyyah di Iran. Terakhir aliran tersebut terangkat kembali dengan revolusi Khomaeni dan dijadikan sebagai aliran resmi negara Iran sejak 1979.

Saat ini figur-figur Syiah begitu terkenal dan banyak dikagumi oleh generasi muda Islam, karena pemikiran-pemikiran yang lebih banyak mengutamakan kajian logika dan filsafat. Namun, semua jamaah Sunnah wal Jamaah di seluruh dunia, sudah bersepakat adanya bahwa Syiah adalah salah satu gerakan sesat. (sa/berbagaisumber)

5. Asal-Muasal Kebencian Syi’ah terhadap khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ta’ala anhu:

  • Tumbangnya Kerajaan Persia Di Bawah Kepemimpinan Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu Menuai Dendam Kesumat Mendalam Kaum Majusi

Pada tahun 16 Hijriyah, kaum muslimin berhasil menaklukkan tiga kota besar kerajaan Persia (Bahurasir, Madain, dan Jaluulaa) di bawah pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab al-Faruq. Pada bulan safar kaum setelah penyerangan besar akhirnya kaum muslimin berhasil menguasai kota Bahurasir, ibukota kekaisaran Persia. Padahal sebelumnya Sa’ad bin Abi Waqqash telah mengirim kepada para pimpinan Bahurasir Salman Al-Farisi untuk mengajak mereka masuk Islam, tetapi mereka enggan untuk membayar jizyah, dan memilihi untuk berperang.

Setelah pengepungan kaum muslimin dan peperangan yang sengit, akhirnya kaum muslimin berhasil menembus pagar benteng dan istana Buharasir lau masuk ke dalamnya, tetapi ternyata Kisra Yazdajir telah kabur dengan mengendarai kapal ke kota Madain. Setelah Sa’ad bin Abi Waqqash menyerang kota Madain dan pada peperangan tersebut nampaklah mukjizat, di mana pasukan berkuda kaum muslimin yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqqash dan ditemani oleh Salman Al-Farisi menyeberangi lautan seakan-akan mereka menyeberangi daratan, hingga akhirnya kaum muslimin berhasil menyeberangi lautan dan menguasai kota Madain. Sekitar sembilan bulan kemudian Kaum Muslimin menyerang kota Jaluulaa dan berhasil membunuh sekitar 100 ribu tentara Persia. [Lihat: Al-Bidaayah wan Nihaayah, (10/5-22) Al-Hafizh Ibnu Katsir]

Inilah awal dari metamorfosis kaum Majusi yang akhirnya berselimut Syi’ah demi menegakkan dendam kesumat dinasti Persia yang diruntuhkan oleh Khalifah Al-Faruq Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Wallahu a’lam wal Musta’aan.

—oOo—

Penyusun: Yudha Abdul Ghani
Artikel: khazanahilmublog.wordpress.com

 

_______________________

Referensi:


Artikel Terkait:


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: