khazanah Ilmu Blog

Beranda » Aprime » Berita » Kenyataan Suram warga Ahlussunnah di Iran

Kenyataan Suram warga Ahlussunnah di Iran


GB 0

Kenyataan Suram warga Ahlussunnah di Iran
(The Dismal Reality of the Ahl Al-Sunnah in Iran)

Sunni Iranian Shaikh Dr. Abu Muntasir Mollahzadeh Al-Baloushi
Al-Hiwar TV (UK)
October 18, 2007
Source: video – memritv.org

Setelah kami membuka data-data laptop kami subhanallah akhirnya kami menemukan video download yang berisi tentang berita Kenyataan Suram Warga Ahlussunnah di Iran dengan judul asli Bahasa Inggris “The Dismal Reality of Ahl Al-Sunnah in Iran” dan berikut ini adalah isi dari video wawancara  bersama Syaikh DR. Abu Muntasir Mollahzadeh Al-Baloushi di Al-Hiwar TV (UK) yang diterjemahkan oleh memritv.org dan kami alihkan ke dalam artikel ini. Beliau adalah  seorang warga Ahlussunnah Iran yang terusir dari negerinya karena mendapatkan tekanan yang hebat dari rezim Syi’ah Rafidhah di Iran.

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Kondisi Ahlussunnah di Iran sangatlah menyedihkan dan ini bukanlah perkataan yang dibesar-besarkan dan tidak bisa disamakan dengan yang terjadi dengan saudara kita di Palestina, karena hampir semua orang berduka atas musibah saudara kita di Palestina sementara Ahlussunnah di Iran yang mewakili 1/3 dari populasi, sekalipun mereka adalah penduduka asli negeri tersebut akan tetapi tidak ada yang menangisi musibah mereka padahl ini bagian dari permasalahan kaum muslimin secara umum. Iran memeluk agama Islam pada masa Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu yang sebelumnya penganut Zoroaster dan Majusi sehingga menjadi hamba Allah yang satu. Setelah Iran menganut paham Syi’ah pada masa perang Salib di bawah pedang sekte Shafawi

Presenter TV:

Apakah maksud anda rezim Shafawi yang didirikan oleh Isma’il Shafawi?

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Betul

Presenter TV:

Saya ingin menayakan hal yang penting, beberapa ahli sejarah mengatakan “walaupun rezim shafawi terkenal dengan rezim yang kejam terhadap sunni akan tetapi Ismail Ash-Shafawi mendirikan Negara yang keadaan penduduknya beragam dan ia menyatukan negeri-negeri terpisah kemudian Iran, dan menjadikannya berjaya.

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Ya, dia telah membuatnya berjaya akan tetapi dengan pengorbanan kaum muslimin, karena negeri ini menyatukan kaum muslimin mulai dari timur sampai ke barat dan sejak itu Iran menjadi Negara mata-mata dan pembuat makar (siasat jahat) melawan dunia Islam dan kita tidak bicara korban yang sedikit. Iran telah membasmi jutaan ahlussunnah sejak saat itu.

Presenter TV:

Pemerintah Iran memberi pernyataan bahwa di sana tidak ada diskriminasi antara Ahlussunnah dan Syi’ah di Iran ?

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Baiklah, jika hal itu benar… Apakah pernah ada mentri sunni selama 28 tahun belakangan ini?

Pernahkah ada wakil sunni?

Atau satu saja orang sunni di kedutaan Iran?

Presenter TV:

Akan tetapi sunni mempunyai 20 wakilnya di Parlemen…

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Parlemen Iran tidak mewakili siapapun, parlemen Iran tidak bernilai apa-apa, Iran adalah negeri kegelapan, negerinya Khomeini, di Iran presidennya hanyalah sebatas penyampai pesan seperti yang dikatakan Khatami, “Parlemen Iran tidaklah mewakili siapapun” sedangkan parlemen Israil masih ada orang Arab-nya, dan bahkan masih ada menteri orang Arab di Pemerintahan Israel. Bahkan Iran dalam hal ini masih kalah dengan Negara Zionis.

Teheran satu-satunya ibukota yang tidak ada satupun Masjid-nya kaum sunni, selama 40 tahun, kami melaksanakan shalat Jum’at di Pakistan, bahkan sekarang juga sudah ditutup. Sebagian Syi’ah yang tidak terlalu perduli dengan doktrin syi’ah, (mereka) membuat masjid darurat untuk menyelenggarakan Shalat Jum’at, dan sekali waktu di tempatmu dan sekali waktu di tempatku, dan bahkan mereka melarang dari hal yang seperti ini. Dan ini tidak hanya terjadi di Teheran saja akan tetapi di semua kota-kota yang mayoritasnya Syi’ah melarang shalat Jum’at dan ironisnya tidak ada satupun masjid sunni yang berdiri. Dalam lingkungan sunni, seperti Kurdistan, Balukistan dan Turkmenshara,  iya masih ada masjid-masjid dan madrasah-madrasah yang kami (ahlussunnah) bangung di zaman Syah Reza bahkan jauh sebelum itu. Sekolah dan masjid inilah yang telah diwariskan kepada kami. Namun sekarang mereka mendapat tekanan hebat, banyak Da’i ahlussunnah yang telah dibunuh.

Presenter TV:

Kenapa anda melanjutkan pertentangan anda di luar Iran dan kenapa anda tidak kembali saja ke Iran dan menuntut hak-hak anda?

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

saya kira anda tidak akan mengizinkan saya untuk menunjukkan photo ini…

Presenter TV:

Iya baiklah… (photo tidak ditayangkan,-khazanah ilmu blog)

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Baiklah, jika saya bisa tinggal di Iran tanpa bahaya maka saya pun tidak akan pergi, itu yang pertama

Kemudian mereka pun telah membunuh banyak ulama besar kami (ahlussunnah) kecuali yang munafik dan bisa beradaptasi dengan mereka. Kedua, seandainya saya bisa tinggal di negeri saya sendiri, lalu untuk apa saya berada di sini?

Ketiga, mereka memperlakukan kami  sebagai penduduk minoritas sehingga satu-satunya cara kami bisa hidup di sana adalah dibawah tekanan, lalu apakah anda suka hidup di bawah tekanan? Di bawah ancaman? Saya kira tidak mungkin anda mau begitu.

-cuplikan video terpotong dan teralihkan ke cuplikan berikut-

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Ketahuilah Iran ingin mengganti sunni, bukan membinasakan mereka, Iran adalah Negara Ideologi, Iran adalah Negara Syi’ah, dan mereka ingin mengganti Sunni menjadi Syi’ah dengan berbagai cara, ya diantaranya ialah melalui perkawinan, dengan membuka kantor-kantor untuk memfasilitasi nikah mut’ah, dengan “membeli” orang-orang, Ulama dan kaum terpelajar, dan dengan segala upaya dan Iran tidak perduli seputar ikhtilaf (perselisihan) sunni (dengan sunni), Iran hanya menginginkan orang-orang ini menganut keyakinan Syi’ah, karena mereka beranggapan hal ini (sunni) merupakan penghalang dalam menyebarkan revolusinya.

Apakah pernah ada perang Amerika melawan Iran?

Apakah Amerika sudah gila memberikan pemerintahan Syi’ah kepada pendukung Iran di Iraq?

Apakah Amerika itu sudah gila?

Amerika menciptakan Negara syi’ah dan memberikannya kepada kaki tangan Iran, kepada mereka yang telah merancangnya yaitu Intelejen Iran,  Dewan tertingginya, Muqtadha Al-Sadr, kemudian yang lainnya, Apakah dengan hal itu Amerika mengamuk?

Dan hal yang sama pula, Amerika telah memberikan Afghanistan kepada kaki tangan Moskow dan Iran dan Amerika tahu apa yang sedang mereka lakukan.

Presenter TV:

Jika seandainya Iran menjadi target lalu di bom, anda berpihak ke mana?

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Kami tidak ingin Iran digempur akan tetapi kami berdoa semoga Allah membuat orang-orang zhalim saling berperang satu sama lainnya.

Presenter TV:

Apakah anda tidak ingin membela Negara anda sendiri?

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Maksud kami, kami tidak menginginkan sebagaimana Iraq yang telah digempur akan tetapi kami berdoa kepada Allah semoga menyelamatkan kami dari rezim syi’ah. Bukan di tangan Amerika akan tetapi di tangan orang-orang Iran sendiri

Presenter TV:

Iran telah memberikan 300 juta dollar kepada HAMAS, apakah Iran memang ingin membantu rakyat Palestina mengingat pengepungan telah berlarut-larut menimpa mereka, terlebih lagi tidak ada ada Negara-negara Arab yang berinisiatif untuk intervensi, apakah ini (sumbangan Iran,-khazanah ilmu blog) hanya kamuflase atau bagaimana?

Shaikh Dr. Abu Muntasir:

Wahai Syaikh… Akan semakin mempermudah bagi Iran dengan menunggangi kejadian Palestina, untuk mengeruk manfaat kemudian merusaknya, Iran sanggup merusak rakyat Palestina karena mereka kurang lebih sama dengan Zionis. Mereka yang masuk ke Palestina menyebar doktrin syi’ah sehingga masuk madzhab ahlul bait (syi’ah) dan tentu saja akhirnya ada warga Palestina yang menjadi penganut Syi’ah. Jika keributan sipil di Palestina terjadi, Na’udzubillah maka mereka akan membalas apa yang telah dilakukan oleh Sholahuddin Al-Ayyubi seperti yang dilakukan Gouraud dan rakyat Palestina akan melupakan Sharun.

Berdasarkan apa yang saya saksikan di Iran maka saya berani katakana bahwa Iran lebih berbahaya untuk Islam dan kaum Muslimin ketimbang Israel, kenapa? Karena mereka adalah munafik, “Berkata A lalu tindakannya B” Lalu bagaimana dengan bantuan Iran tersebut? Dan apalah artinya bantuan 300-500 juta dollar itu buat Iran?

Iran adalah Negara penghasil minyak, jadi tidak terlalu masalah bagi mereka. Apa keuntungan Iran mensubsidi tragedi Palestina,?

Mereka punya Slogan: “Jalan Yerussalam adalah jalan menuju Karbala.” Selama 8 tahun peperangan mereka masih meyakini hal ini yaitu “Jalan Yerussalam adalah jalan menuju Karbala” oleh karena itu harus menaklukan Yerussalem, dengan cara datang dari Yerussalem lalu menuju Karbala, datang bersama sharun dan Bush (Sekarang Manta Presiden Amerika)

PERSEKUTUAN IRAN DAN AMERIKA

Berikut ini adalah photo-photo yang kami printscreen dari video tersebut tentang persekutuan Iran dan Amerika:
GB 1GB 2GB 4GB 5

GB 3GB 6

GB 8GB 9

GB 10GB 11

Hal yang perlu diketahui adalah Syi’ah dan Yahudi begitu mesra dalam hubungan ekonomi dan politik meskipun dalam wacana publik mereka berusaha menampilkan permusuhan namun itu adalah sebuah kepalsuan sebab walaupun tersembunyi dengan rapat yang namanya bangkai tetap tercium juga, hal ini sebagaimana dilansir dalam berita Suaramedia.com bahwa:

  • Iran adalah Negara yang memiliki komunitas Yahudi terbesar setelah Israel. Menurut sumber resmi pemerintah Iran, jumlah pemeluk agama Yahudi di Iran berkisar antara 25-30 ribu penduduk. Bahkan di kota Teheran ada lebih dari 10 Sinagogue (tempat ibadah umat Yahudi). Akan tetapi, masjid-masjid Ahlu Sunnah tidak satupun yang mereka biarkan berdiri tegak disana. Bukan sekedar itu saja, orang-orang Yahudi diberi ruang yang begitu istimewa, yaitu dengan diberikan kesempatan untuk memiliki perwakilan di parlemen. Sebagaimana umat Yahudi di Iran memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan para penganut agama Syiah. Suatu hal yang tidak mungkin dirasakan oleh komunitas Ahlu Sunnah. Bahkan komunitas Yahudi Iran hingga saat ini bebas untuk berkunjung ke karib-kerabat mereka di Israel, tanpa ada gangguan sedikitpun baik dari pemerintah Iran atau penduduk setempat.” [Sumber: Roger Cohen of The International Herald Tribune, 22 Februari 1999]
  • “Adanya hubungan perdagangan antara Iran dan Yahudi. Sejak zaman Syiah Pahlevi, Iran telah menjalin hubungan perdagangan dengan Zionis Yahudi. Dan hubungan dagang ini berkelanjutan hingga setelah revolusi Syiah yang dipimpin oleh Khumaini. Pada tahun 1982 M, Yahudi menjual persenjataan yang berhasil mereka rampas dari para pejuang Palestina di Lebanon dengan harga 100 juta dolar Amerika dan Bahkan pada tahun 1980-1985, Zionis Yahudi merupakan Negara pemasok senjata terbesar ke Iran.” [Al-Harbul Musytarakah Iran wa Israil. Husain Ali Hasyimi, hal.35].
  • “Sandiwara “permusuhan” Iran dan Yahudi mulai terbongkar, ketika pesawat kargo Argentina yang membawa persenjataan dari Yahudi ke Iran tersesat, sehingga masuk ke wilayah Uni Soviet, dan akhirnya di tembak jatuh oleh pasukan pertahanan Uni Soviet. Dikisahkan, Iran membeli persenjataan dari Yahudi seharga 150 juta dolar Amerika, sehingga untuk mengirimkan seluruh senjata tersebut, dibutuhkan 12 kali penerbangan.” [Al-Harbul Musytarakah Iran wa Israil. Husain Ali Hasyimi, hal.23].
  • Perdagangan antara kedua Negara (Iran & Yahudi) hingga kini juga terus berkelanjutan. Sebagai salah satu buktinya, harian Palpress News Agency Edisi 25/04/2009 melaporkan bahwa di kota Teheran, telah dipasarkan buah-buahan yang diimpor dari Yahudi
  • Bila anda mengikuti berita international, Anda pasti pernah membaca pemberitaan bahwa pada hari selasa 12/1/2010 ahli nuklir Iran yang bernama Masoud Ali-Mohammadi yang berdomisili di kota Teheran ibukota Iran, tewas di dekat rumahnya akibat serangan bom. Kementrian luar negeri Iran langsung menuduh kaki tangan AS dan Yahudi di balik serangan bom itu. Aneh bukan? Iran telah memiliki bukti bahwa Yahudi dan Amerika telah mengadakan serangan di Teheran dan telah menewaskan ahli nuklirnya. Walau demikian, tidak ada reaksi pemerintah Iran dan para penganut Syiah tetap berdarah dingin dan tidak satupun tentara Iran yang dikirim untuk membalas serangan tersebut. [sumber: suaramedia.com]

Sebagai tambahan wawasan kita akan bahayanya Syi’ah dan kebusukan tentang faham Syi’ah, alhamdulillah kami telah menuliskan beberapa artikel berkala dengan judul terkait diantaranya ialah:

  1. Membongkar Kedok Syi’ah Imamiyah 1
  2. Membongkar Kedok Syi’ah Imamiyah 2
  3. Membongkar Kedok Syi’ah Imamiyah 3

Semoga wacana ini dapat dipetik manfaatnya dan semoga keluarga kita terlindungi dari fitnah Syi’ah dan makarnya, hal ini dikarenakan kejahatan sekte Syi’ah ini lebih dari sekedar ancaman biasa bagi kaum muslimin dan sebagai buktinya anda bisa membaca sendiri artikel Membongkar Kedok Syi’ah Imamiyah di mana kami sajikan bukti-bukti konkrit -insya Allah- tentang kejahatan mereka terhadap Ahlussunnah.

 

—oOo—

 

Penyusun: Yudha Abdul Ghani
Artikel: https://khazanahilmublog.wordpress.com/

 


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: