khazanah Ilmu Blog

Beranda » Kajian: Idul Fitri » Hukum Shalat Ied

Hukum Shalat Ied


Tanya: Apakah Hukum Shalat Ied yang benar ?

Jawab:

  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

1

“…Oleh karena itu, kami men-tarjih (menguatkan) bahwa Shalat Ied wajib bagi setiap Individu Muslim, sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan yang lainnya. Hal ini juga merupakan salah satu pendapat Imam Syafi’i dan merupakan satu dari dua pendapat dalam madzhab Imam Ahmad bin Hanbal. Adapun pendapat orang yang mengatakan bahwa Shalat Ied tidak wajib sangat jauh dari kebenaran, sebab shalat Ied termasuk salah satu Syi’ar Islam yang paling agung. Selain itu orang-orang yang berkumpul untuk mengerjakannya pun lebih banyak daripada shalat Jum’at. Di dalamnnya juga disyariatkan bacaan takbir, sementara pendapat orang yang menyatakan bahwa shalat Ied fardhu kifayah, pendapat ini lemah.” [Majmuu’ al-Fataawaa (23/161), lihat Ahkaamul Idain fii Sunnatil Muthahharah (37)]

  • Al-‘Allamah Asy-Syaukani rahimahullah di dalam kitab as-Sailul Jarraar (1/315) berkata:

2

“Ketahuilah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengerjakan shala ini (Ied) pada hari raya (Iedul Fitri dan Idul Adha) dan tidak pernah meninggalkannya, Beliau juga memerintahkan ummat Islam untuk berangkat melaksanakannya, bahkan beliau memerintahkan wanita-wanita yang dimerdekakan, wanita-wanita pingitan, dan wanita-wanita haidh untuk mendatanginya. Beliau memerintahkan wanita-wanita haidh untuk tidak mengerjakan shalat tetapi hanya menyaksikan kebaikan dan doa kaum muslimin, bahkan beliau perintahkan wanita yang tidak memiliki jilbab agar temannya meminjamkannya atau memberikan jilbab padanya.” [Ahkaamul Idain fii Sunnatil Muthahharah (hlm. 37-38)]

  • Al-Muhaddits Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah di dalam kitab Tamaamul Minnah (hlm. 344) setelah menyebutkan hadits Ummu Athiyyah, ia berkata:

“Hal yang disebutkan itu menunjukkan hukum wajib, jika pergi mengerjakan shalat merupakan hal yang wajib maka mengerjakan shalat itu sudah pasti lebih wajib, sebagaimana telah diketahui. Dengan demikian yang benar (Shalat Ied) adalah wajib hukumnnya, bukan sekedar sunnah…” [Ahkaamul Idain fii Sunnatil Muthahharah(40)]

Kesimpulan:

Syaikh ‘Ali Hasan Al-Halabi hafizhahullah berkata:

Semua itu menunjukkan bahwa shalat Ied ini hukumnya wajib bagi setiap muslim (fardhu ‘ain), dan bukan hanya sekedar fardhu kifayah, Adapun perintah untuk berangkat ke tempat pelaksanaan shalat secara tidak langsung mengharuskan perintah untuk mengerjakan shalat bagi orang yang tidak berhalangan, sedangkan berangkat ke tanah lapang merupakan sarana untuk sampai kepada tujuan. Sementara keharusan adanya sarana menuntut diharuskannya adanya tujuan dalam hal itu kaum pria lebih utama (dalam kewajiban) daripada kaum wanita. [Ahkaamul Idain fii Sunnatil Muthahharah(40)]

Penyusun: Yudha Abdul Ghani
Artikel: https://khazanahilmublog.wordpress.com/
Maraji: Ahkaamul Idain fii Sunnatil Muthahharah, Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, cet.II, Daar Ibnu Hazm, th. 1414 H / 1993 M,

 


Artikel Terkait:


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: