khazanah Ilmu Blog

Beranda » Aprime » Sejarah & Kisah » Kisah Taubat Nasuha & Tawassul dengan amal Shalih

Kisah Taubat Nasuha & Tawassul dengan amal Shalih


Dari Abdullah bin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Dulu, ada tiga orang dari umat sebelum kalian berjalan (untuk suatu hajat) kemudian mereka mendapatkan sebuah gua yang dapat dimanfaatkan untuk berteduh, maka mereka pun masuk ke dalamnya. Kemudian tiba-tiba sebongkah batu besar dari atas bukit menggelinding dan menutupi pintu gua itu sehingga mereka tidak dapat keluar.

Lalu mereka berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan kamu sekalian dari bencana ini kecuali bila kamu sekalian berdoa kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan amal-amal shalih yang pernah kalian perbuat.’

Maka salah seorang di antara mereka mulai berdoa, “Yaa, Allah saya mempunyai ayah dan ibu yang sudah tua renta, saya biasa mendahulukan memberi minuman susu kepada keduanya sebelum saya memberikannya kepada keluarga dan budak saya. Pada suatu hari saya terlambat pulang dari mencari kayu dan mendapatkan keduanya sudah tidur. Saya terus memerah susu untuk persediaan minum keduanya. Karena saya mendapati mereka berdua telah tidur, maka saya pun enggan untuk membangunkan mereka, dan saya juga tidak suka memberi minum susu itu baik kepada keluarga maupun kepada budak sebelum saya memberi minum kepada ayah dan ibuk itu.

Maka saya menunggu ayah ibu, hingga terbit fajar barulah keduanya bangun sementara anak-anakku menangis, mereka mengelilingi kakiku, setelah mereka bangun, kuberikan minuman susu kepada keduanya. Yaa Allah, jika saya berbuat seperti itu karena mengharapkan Wajah-Mu maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini untuk kami.’ Maka bergeserlah sedikit batu itu tetapi mereka belum bisa keluar dari gua tersebut.

Yang lain berdoa, ‘Yaa Allah, sesungguhnya saya mempunyai saudari sepupu yang sangat saya cintai.’ –pada riwayat yang lain dikatakan- ‘Saya sangat mencintainya sebagaimana lazimnya seorang laki-laki mencintai seorang perempuan, kemudian saya ingin berbuat zina dengannya tetapi dia selalu menolaknya, selang beberapa tahun dia tertimpa kesulitan kemudian datang kepada saya dan saya berikan kepadanya 120 dinar, dengan syarat dia harus mau bersebadan denganku dan dia pun setuju.

Ketika saya sudah menguasainya’, pada riwayat lain dikatakan, ‘Kemudian ketika saya berada di antara kedua kakinya dia berkata; “Takutlah kamu kepada Allah dan jangan kau robekkan selaput daraku kecuali dengan haq.’ Maka saya meninggalkannya, padahal dia adalah seseorang yang sangat saya cintai dan saya telah merelakan emas (dinar) yang saya berikan kepadanya. Yaa Allah, jika saya berbuat seperti itu karena mengharapkan Wajah-Mu, maka berilah kami jalan keluar dari apa yang kami hadapi ini.’ Maka bergerserlah batu itu tetapi mereka belum bisa keluar dari gua itu.

Orang yang ketiga berdoa, ‘Yaa Allah, saya dulu mempekerjakan beberapa karyawan dan semuanya saya gaji dengan sempurna kecuali ada seorang yang pergi, meninggalkan saya dan tidak mau mengambil gajinya terlebih dahulu, kemudia gaji itu saya kembangkan sehingga menjadi banyak.

Selang beberapa lama dia datang kepada saya dan berkata; ‘wahai hamba Allah, berikanlah gaji saya yang dulu itu.’ saya berkata; ‘semua yang kamu lihat itu baik onta, sapi, kambing maupun budak yang menggembalakannya adalah gajimu,’ Dia berkata; wahai hamba Allah, janganlah engkau mempermainkan saya, saya menjawab; ‘Saya tidak mempermainkan kamu, kemudian dia pun mengambil semuanya dengan tidak meninggalkan sisa sedikitpun. Yaa Allah, jika saya berbuat itu karena mengharap Wajah-Mu, maka berilah kami jalan keluar dari apa yang kami hadapi ini.’ Lalu batu itu pun bergeser dan mereka bisa keluar dari dalam gua dan meneruskan perjalanan.” [HR. al-Bukhari (no. 2272) dan Muslim (no. 2743) dan Ahmad (2/116)]

Pelajaran yang dapat dipetik:

Syaikh Muhammad bin Hamid Abdul Wahhab menuturkan:

  • Anjuran untuk memanjatkan doa pada saat-saat genting dan kritis, sebagai pelaksanaan perintah Allah ta’ala:

“Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60)

  • Bertawassul dalam doa dengan amal shalih, dan ini adalah di antara tawassul yang masyru’ (disyariatkan)
  • Bahwa takwa itu sangat mempengaruhi keselamatan seseorang terutama ketika berhadapan dengan situasi genting dan cobaan berat.

“Barangsiapa bertakwah kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq: 2)

  • Keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, berbuat baik kepada keduanya, dan lebih mendahulukan keduanya daripada yang lain.
  • Keutaaman iffah (menjaga diri dari yang terlarang) dan menjauhkan diri dari segala yang haram.
  • Diperbolehkan ijarah (sewa-menyewa) yaitu suatu akad untuk memperoleh manfaat dalam waktu tertentu dan bayaran setimpal. Dalil diperbolehkannya berasal dari al-Qur’an.

“Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya.” (QS. Ath-Thalaq: 6)

dan dari As-Sunnah,

“Ada 3 golongan yang Aku menjadi musuh bagi mereka pada Hari Kiamat, -diantaranya- seseorang yang menyewa tenaga orang namun setelah terpenuhi pekerjaannya ia tidak membayar upahnya.” [HR. Bukhari (no. 2227)]

  • Keutamaan menepati janji
  • Keutamaan menunaikan amanah dan mudah dalam transaksi mu’amalah
  • Penetapan adanya karamah para wali sebagaimana madzhab ahlussunnah wal jama’ah.

—oOo—

 

[Sumber: ستون قصة رواها النبي صلى الله عليه و سلم والصحابة الكرام karya Syaikh Muhammad bin Hamid Abdul Wahhab, edisi Indonesia: 61 Kisah pengantar tidur karya Syaikh Muhammad bin Hamid Abdul Wahhab, cet. Darul Haq.]

Ditulis salin ulang oleh: Khazanah Ilmu Blog


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: