khazanah Ilmu Blog

Rahiq Makhtum_540x720

klik disini untuk membeli buku ini


Raja-Raja di Yaman

Bangsa tertua yang dikenal di Yaman dari kalangan Arab Aribah adalah kaum Saba’. mereka bisa diketahui melalui penemuan fosil Aur yang hidup dua puluh lima abad seblum Masehi (SM). puncak peradaban dan pengaruh kekuasaan mereka dimulai pada sebelas tahun SM. perkembangan mereka bisa dibagi menurut tahapan-tahapan berikut:

  • Abad-abad sebelum tahun 650 SM. Raja-raja mereka pada waktu itu diberi gelar “Makrib Saba’.” Ibukota mereka di Sharawah. Puing-puing peninggalan mereka dapat ditemui dengan menempuh perjalanan sehari ke arah barat dari Negeri Ma’rib yang dikenal dengan istilah Khalibah. Pada zaman mereka mulai diadakan pembangunan bendungan yang dikenal dengan nama bendungan Ma’rib. Bendungan ini sangat terkenal dalam sejarah Yaman. Ada yang mengatakan, wilayah kekuasaan kaum Saba’ meliputi daerah-daerah jajahan di Negeri Arab dan di luar Arab.
  • Sejak Tahun 650 SM sampai tahun 110 SM. Pada masa-masa ini mereka menanggalkan gelar “Makrib” dan hanya dikenal dengan raja-raja Saba’. Mereka menjadikan Ma’rib sebagai ibukota, sebagai pengganti Sharawah. Puing-puing kota ini dapat ditemui sejauh 60 mil dari Sana’a ke arah timur. [1]
  • Sejak Tahun 115 SM sampai 300 M. Pada masa ini kabilah Himyar dapat mengalahkan kerajaan Saba’ dan menjadikan Raidan sebagai ibukotanya, sebagai ganti dari Ma’rib. Kemudian Raidan diganti dengan nama Zhaffar. Puing-puing peninggalannya dapat ditemukan di sebuah bukit yang di sekitarnya dikelilingi pagar di dekat Yarim. Pada mas itu mereka mulai jatuh dan runtuh. Perdagangan mereka bangkrut, sebagai akibat dari perluasan kekuasaan kabilah Nabat ke Utara Hijaz. Ini merupakan penyebab pertama kehancuran mereka. Kedua, karena bangsa Romawi menguasai jalur perdagangan dari laut, setelah mereka dapat menguasai Mesir, Suriah dan bagian utara Hijaz. Ketiga, adanya persaingan di antara kabilah-kabilah yang ada di sana. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan keluarga Qhthan berpisah-pisah dan mereka termotivasi untuk berpindah-pindah ke negeri Syasa’ah.
  • Sejak Tahun 300 M sampai masuknya Islam ke Yaman. Pada masa-masa ini kekacauan, keributan, revolusi, dan peperangan antar-suku sering terjadi di antara mereka, yang justru membuat mereka menjadi mangsa bagi pihak luar, hingga kemerdekaan mereka pun terenggut. Pada masa itu bangsa Romawi masuk ke Aden. Atas bantuan bangsa Romawi ini pula orang-orang Habasyah dapat merebut Yaman pada awal tahun 340 M, yang sedang disibukkan oleh persaingan antar kabilah Hamdan dan Himyar. Penjajahan mereka berlangsung hingga tahun 378 M.  Selanjutnya Yaman bisa mendapatkan kemerdekaannya lagi. Tetapi, kemudian bendungan Ma’rib jebol, sehingga menimbulkan banjir besar seperti yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dengan istilah Sailul Aram pada tahun 450 atau 451 M. Setelah itu disusul satu kejadian besar yang mengakibatkan runtuhnya peradaban mereka dan mereka pun terpecah belah.

Pada tahun 523 M, Dzu Nuwas, seorang Yahudi, memimpin pasukannya menyerang orang-orang Kristen (pengikut ajaran Nabi Isa,-ed) dari penduduk Najran, dan berusaha memaksa mereka meninggalkan agamanya. Karena mereka menolak, maka Dzu Nuwas membuat parit-parit besar yang di dalamnya dinyalakan api, lalu mereka dilemparkan ke dalam api hidup-hidup, sebagaimana yang diisyaratkan AL-Qur’an pada firman-Nya dalam surat Al-Buruj:

قُتِلَ أَصْحَابُ الأخْدُودِ
“Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit.” (QS. Al-Buruj: 4)

Kejadian ini menimbulkan api dendam di hati orang-orang kristen dan mendorong mereka untuk memperluas daerah kekuasaan dan penaklukan di bawah pimpinan Kaisar Romawi untuk menguasai negeri Arab. Mereka memobilisasi orang-orang Habasyah dan menyiapkan armada lautnya. Sebanyak 70.000 pasukan dari penduduk Habasyah diterjunkan dan mampu menguasai Yaman untuk kali kedua. Serbuan ini dipimpin oleh Aryath pada tahun 525 M. Aryath menjadi penguasa negeri jajahannya dengan mandat Raja Habasyah hingga akhirnya dibunuh oleh Abrahah, anak buahnya sendiri. Abrahah menggantikan kedudukan Aryath di Yaman setelah meminta restu rajanya di Habasyah. Abrahah inilah yang mengerahkan pasukannya untuk menghancurkan Ka’bah yang dikenal dengan pasukan Gajah.

Setelah “Peristiwa Gajah” penduduk Yaman meminta bantuan kepada orang-orang Persia. Mereka pun bersekutu melawan orang-orang Habasyah hingga akhirnya mampu mengusirnya dari Yaman dan mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 575 M, di bawah kepemimpinan Ma’di Ya’rib bin Saif Dzi Yazin Al-Himyari. Kemudian merkea menobatkannya menjadi raja. Ma’di Ya’rib masih mempertahankan sebagian penduduk Habasyah sebagai pengawal yang selalu menyertai aktivitasnya, meskipun akhirnya justru menjadi bumerang baginya. Suatu hari mereka membunuhnya dengan kematiannya pula maka pupuslah sudah Dinasti Dzi Yazin.

Setelah itu Kisra (raja persia,-pen) mengangkat penguasa dari bangsa Persia di Sana’a dan menjadikan Yaman sebagai salah satu wilayah kekuasaan Persia. Beberapa pemimpin dari bangsa Persia silihi berganti menguasai Yaman dan era kepemimpinan mereka yang terakhir di Yaman adalah Badzan, yang kemudian memeluk Islam pada tahun 638 M. Dengan keislamannya ini berakhir pula kekuasaan bangsa Persia atas ngeri Yaman.[2]

________________

1. Lihat Al-Yamanu ‘Abrat Tarikh, hal. 77, 83, 124, 130; dan Tarikhul ‘Arabi qablal Islam, hal. 101-102.

2. LIhat keterangan lebih lanjut mengenai hal ini di buku  Tafhimul Qur’an, 4/195-198 dan Tarikh Ardh Al-Qur’an, 1/133 sampai akhir halaman. Dalam penetapan tahun-tahunnya, ada perbedaan yang cukup jauh pada beberapa referensi sejarah. Pada beberapa ayat Al-Qur’an, kisah-kisah seperti ini dinyatakan: “Ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: