khazanah Ilmu Blog

Rahiq Makhtum_540x720

klik disini untuk membeli buku ini


Kisah Amru bin Luhay

Ahli Bid’ah dalam agama Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam

Suatu saat dia (Amru bin Luhay) mengadakan safar (perjalanan) ke Syam, di sana dia melihat penduduk Syam yang menyembah berhala dan dia menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik dan benar, karena menurutnya Syam adalah tempat para Rasul dan Kitab. Karena itu dia pulang sambil membawa berhala Hubal dan meletakkannya di dalam Ka’bah. Setelah itu dia mengajak penduduk Mekkah untuk berbuat kesyirikan terhadap Allah ta’ala. Orang-orang Hijaz pada akhirnya banyak yang mengikuti penduduk Mekkah karena mereka dianggap sebagai pengawas Ka’bah dan penduduk Tanah Suci.[1]

Berhala mereka yang tertua adalah Manat, yang ditempatkan di Musyallal di tepi Laut Merah di dekat Qudaid, kemudian mereka membuat (berhala) Lata di Tha’if dan Uzza di Wadi Nakhlah. Inilah tiga berhala yang paling besar. Setelah itu kesyirikan semakin merebak dan berhala-berhala yang lebih kecil bertebaran di setiap tempat di Hijaz.

Dikisahkan bahwa Amru bin Luhay mempunyai khadam (pembantu) dari bangsa Jin, dan Jin ini memberitahukan kepadanya bahwa berhala-berhala kaum Nabi Nuh ‘alaihissalaam terpendam di Jeddah.[4] Maka dia pun datang ke sana dan mengangkatnya kemudian membawanya ke Tihamah, setelah musim haji tiba, dia pun menyerahkan berhala-berhala itu kepada berbagai kabilah. [2]

Akhirnya berhala-berhala itu kembali ke tempat asalnya masing-masing, dengan demikian di setiap kabilah dan di setiap rumah hampir bisa dipastikan ada berhalanya. Selain itu, mereka memenuhi Masjidil Haram dengan berbagai macam berhala dan patung. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menaklukkan Mekkah, di sekitar Ka’bah terdapat 360 berhala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghancurkan berhala-berhala itu hingga runtuh semua, kemudian beliau memerintahkan agar berhala-berhala tersebut dikeluarkan dari masjid dan dibakar. [3]

Demikianlah kisah kesyirikan dan penyembahan terhadap berhala yang menjadi fenomena terbesar dari agama orang-orang Jahiliyah yang menganggap dirinya berada pada agama Ibrahim. Mereka juga memiliki
beberapa tradisi dan upacara penyembahan berhala yang mayoritasnya adalah kreasi Amru bin Luhay. Orang-orang mengira apa yang dikreasikan oleh Amru bin Luhay itu merupakan sesuatu yang baru dan baik serta tidak merubah agama Ibrahim.

_____________________
1. Mukhtashar Siratur Rasul, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, hal. 12.
2. Shahih Al-Bukhari, 1/222
3. Ibid, hal. 13, 50-52 dan 54


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: